Saturday, 22 September 2018

Politisi Gerindra Sindir Mentan Soal Keong Sawah

Politisi Gerindra Sindir Mentan Soal Keong Sawah

Foto: Anggota Komidi VI DPR Bambang Haryo (Danang)

Jakarta, Swamedium.com – Pernyataan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang mengatakan daging keong sawah bisa menggantikan komoditas daging bila terjadi kelangkaan, dinilai sebagai tidak bertanggung jawab.

“Ini pernyataan yang tidak bertanggung jawab dan tidak peduli terhadap masyarakat,” tegas Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono, Senin (11/12).

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan (UU Perdagangan), kata dia, pemerintah wajib menyediakan sebelas komoditas termasuk daging untuk kebutuhan masyarakat, baik jumlah maupun harganya yang terjangkau.

Begitu juga dengan PP No 71 Tahun 2015 Pasal 1 ayat (3), disebutkan bahwa sebelas komoditas termasuk daging harus disediakan pemerintah, baik harganya harus sesuai keinginan masyarakat dengan semurah-murahnya, barangnya harus cukup, dan harus berkualitas.

Dikatakan Bambang, daging merupakan komoditas yang bisa menumbuhkan perekonomian. Daging bisa diolah menjadi beragam sajian makanan yang mahal, lebih mahal daripada harga dagingnya itu sendiri. Misalnya daging diolah menjadi rendang, soto, rawon, bahkan baso yang sangat disukai masyarakat.

“Hampir 15 juta UMKM kita penjual baso. Ini yang harus kita perjuangkan. Daging harus cukup di Indonesia,” kata dia.

Bambang menyerukan agar Menteri Pertanian tidak mengeluarkan pernyataan atau kebijakan mengganti daging dengan keong sawah. Ia berharap Pimpinan DPR bisa menyampaikan kritik dan seruan ini kepada Menteri Pertanian. (Dng)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)