Monday, 18 June 2018

Pergub Larangan Sepeda Motor Dicabut, Ini Saran untuk Pemprov DKI

Pergub Larangan Sepeda Motor Dicabut, Ini Saran untuk Pemprov DKI

Foto: Diskusi pengaturan penggunaan sepeda motor di Jabodetabek, (Dok RSA Indonesia)

Jakarta, Swamedium.com – Mahkamah Agung (MA) telah mencabut larangan sepeda motor di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. MA mengabulkan permohonan Yuliansah Hamid dan Diki Iskandar untuk membatalkan Pergub DKI Nomor 195 Tahun 2014 terkait pembatasan lalu lintas sepeda motor di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, yang diterbitkan pada era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pengamat Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan mengatakan, pasca pencabutan pergub tersebut, ada hal yang menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov DKI Jakarta, yakni bagaimana menata transportasi umum.

“Nah sekarang tugas Pemprov DKI itu memperbaiki angkutan umum atau minimal koridor (Transjakarta) yang lewat Thamrin itu,” ujarnya di Jakarta, Rabu (10/1).

Setelah adanya perbaikan transportasi umum pada jalur tersebut, Pemprov DKI dinilai baru bisa melakukan pengendalian kendaraan bermotor.

“Pengendaliannya itu setelah angkutan umum tertata. Harus berprinsip keadilan. Misalnya tak hanya mobil yang kena ganjil genap tapi juga sepeda motor. Jangan ada kebijakan pengendalian yang berat sebelah,” kata pria berkepala plontos itu.

Senada dengan FAKTA, pegiat keselamatan jalan dari Road Safety Asscociation (RSA) Indonesia, Rio Octaviano mengatakan, harus ada moda transportasi yang dapat menjadi subtitusi moda sepeda motor yang selama ini digunakan masyarakat.

“Transportasi publik yang ada sekarang belum bisa memenuhi harapan masyakarat. Belum bisa menjadi moda pengganti atau substitusi sepeda motor,” tukas Rio.

Selain itu, Rio mengatakan, beberapa parameter yang harus dipenuhi transportasi umum sesuai yang diatur dalam undang-undang pun belum bisa terpenuhi semuanya. Dia menilai, jika parameter yang ada sudah terpenuhi, dirinya meyakini, pengguna kendaraan pribadi akan mau beralih ke transportasi umum.

“Transportasi publik yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, terjangkau secara akses dan finansial serta ramah lingkungan belum terpenuhi semua, kalau itu sudah (semua terpenuhi), saya yakin pengguna kendaraan pribadi akan beralih moda (transportasi),” pungkasnya. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)