Saturday, 22 September 2018

Diterpa Kabar Miring, Gerindra (Sedang) Naik Kelas

Diterpa Kabar Miring, Gerindra (Sedang) Naik Kelas

Foto: Ilustrasi Partai Gerindra. (ist)

Oleh: Tb Ardi Januar*

Jakarta, Swamedium.com – Bicara tentang politik tahun 2017 menjadi tahunnya Partai Gerindra. Meski menjadi oposisi, Gerindra mampu mempertahankan eksistensi dan memenangkan sederet kompetisi. Hal yang paling berasa adalah ketika partai ini mampu menumbangkan Basuki dan memenangkan Anies-Sandi di Pilgub DKI.

Di Senayan, Gerindra juga berhasil menjadi fraksi yang menawan. Sikap politiknya kerap menghiasi konten pemberitaan. Gerindra berhasil menjadi telinga dan mulut rakyat meski harus berhadapan dengan kekuasaan. Keras menolak UU Ormas disahkan dan konsisten membela KPK agar tidak dilemahkan.

Sikap konsistensi Gerindra menuai puja-puji yang berdampak elektabilitas menjadi tinggi. Riset survei mendominasi dan hasil polling kerap menjuarai. Gelombang dukungan tak bisa dibendung lagi. Gerindra seakan menjadi pilihan rakyat dalam pemilu nanti.

Namun pepatah lawas berkata, semakin tinggi pohon akan semakin kencang anginnya. Gerindra diuji dengan berbagai isu dan berita. Fitnah dan pembusukan melanda. Ternyata ada yang tak suka melihat Gerindra di ambang juara.

Kemarin muncul berita Basuki menceraikan Veronica. Perselingkuhan dituding menjadi pemicunya. Veronica main gila saat suami di penjara. Namun entah darimana asalnya Gerindra dibawa-bawa. Pacar rahasia Veronica diisukan kader Gerindra. Julianto Tio namanya. Padahal tak ada satu pun petinggi Gerindra yang mengenalnya.

Kemarin juga muncul kabar mengejutkan. Azwar Anas mundur dari pencalonan. Foto seronok menjadi pemicu dia balik kanan dari pertempuran. Gerindra kembali dikait-kaitkan. Dihembuskan isu miring bahwa salah satu istri kader Gerindra ikut berperan. Padahal Gerindra sama sekali tidak memiliki kepentingan. Terlebih cara yang dilakukan bertentangan dengan nilai-nilai perjuangan.

Tak cukup di situ, Gerindra kembali diterpa ujian. Kali ini datang dari seseorang yang ingin memburu kekuasaan tapi gagal menyusun kekuatan. Dia menuding Gerindra mata duitan. Dia mengaku dipalak miliaran. Bermodal amarah mereka membuat kegaduhan.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)