Saturday, 22 September 2018

Kebijakan Street-Market Anies-Sandi di Tanah Abang

Kebijakan Street-Market Anies-Sandi di Tanah Abang

Foto: Kondisi Tanah Abang sekarang yang lebih rapi. (ist)

Oleh: M. Ridzki Wibowo *

Jakarta, Swamedium.com – Baru-baru ini, masyarakat Jakarta dikagetkan oleh kebijakan Anies-Sandi tentang penataan ulang jalur Tanah Abang. Daerah yang hampir selalu mengalami perubahan dengan bergantinya Gubernur ini memang daerah strategis yang ramai dikunjungi masyarakat. Layaknya peribahasa, ada gula ada semut, ada keramaian ada pula pedagang jalanan.

Pada masa Gubernur Jokowi, pedagang kaki lima (PKL) direlokasi ke blok G sehingga tidak ada lagi yang berjualan di trotoar. Akan tetapi hal ini tidak bertahan lama. PKL mengeluhkan sepinya pembeli di blok G. Dalam ilmu manajemen, ini berarti terjadi kesalahan memilih lokasi. Setelah Jokowi menjadi RI 1, PKL pun kembali berdagang di trotoar.

Pada masa Ahok, dilakukan pendekatan represif. Satpol PP dibuat seperti singa yang menerkam mangsa dalam melakukan razia terhadap PKL. Pendekatan ini efektif, karena PKL takut barang dagangannya disita. Namun efek negatif sosial ekonomi yang ditimbulkannya sangat banyak.

Anies-Sandi mengambil langkah yang unik dan kreatif. Alih-alih memindahkan PKL dari trotoar, mereka membolehkan sebagian area dari jalan Jatibaru Raya untuk PKL berdagang. Mereka mengubah lalu lintas di kawasan Tanah Abang. Singkatnya, mereka membuat street market.

Beberapa pihak mempertanyakan langkah tersebut. Ada yang memang karena sejak awal secara politik tidak suka Anies-Sandi. Ada yang karena kurang paham. Ada juga sebagian masyarakat Tanah Abang yang tidak setuju karena menganggap langkah ini merugikan mereka.

Akan tetapi, mari kita belajar dari pengalaman New York pada tahun 2003. Saat itu Walikota New York, Michael Bloomberg, mengeluarkan larangan merokok di dalam bar. Reaksi negatif muncul dari berbagai pihak. Pemilik bar menentang karena khawatir pemasukan mereka semakin anjlok. Para perokok pun tidak menyukai diskriminasi yang dilakukan terhadap mereka.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)