Wednesday, 17 January 2018

La Nyalla dan Rusaknya Demokrasi Liberal

La Nyalla dan Rusaknya Demokrasi Liberal

Foto: Tony Rosyid. (ist)

Oleh: Tony Rosyid*

Jakarta, Swamedium.com – Jegeeer…. publik tersentak. La Nyalla Mahmud Mattalitti buka pengakuan. Dia bilang dipalak Gerindra. 40 milyar angka yang harus disediakan, jika ia mau maju pilgub Jatim. Plus mencari partai tambahan. Pasalnya, suara Gerindra tidak cukup untuk mengusung. Hanya 13 kursi. Kurang 7 untuk syarat minimal maju.

La Nyalla tidak berhasil cari tambahan. Uang pun tak mampu ia sediakan. Gerindra urung beri dukungan, La Nyala meradang. Di depan awak media ia lalu buat pernyataan. La Nyalla melakukan serangan. Entah Gerindra, atau malah sang ketua. Publik gaduh, nama La Nyalla makin gemilang. Salah siapa?

Pro kontra terus berkembang. Sebagian tepuk tangan, terutama mereka yang bukan pendukung 08 (julukan buat Prabowo). Sebagian yang lain diragukan dengan pertanyaan: ada apa dan kenapa La Nyalla meradang?

Sebagian politisi marah karena itu partainya. Sebagian yang lain kegirangan karena ada yang mewakil untuk menyerang. Sebagian publik pun ikut bingung, tapi orang-orang yang waras pasti tersenyum. Begitulah konsekuensi dari kesalahan sistem, kata mereka yang berkesadaran.

Kasus La Nyalla semakin mempertegas pembelahan: mana pendukung Jokowi, mana pasukan 08. Rivalitas kedua tokoh ini selalu dapat moment untuk dihadap-hadapkan.

Kasus La Nyalla adalah potret sebuah demokrasi kita; sarat perjudian. Ada ribuan La Nyalla-La Nyalla yang lain. Mereka berniat mencalonkan diri jadi bupati, walikota, gubernur bahkan anggota legislatif dan presiden. Mereka datang ke sejumlah partai, menunduk hiba untuk dapat rekomendasi. Lalu dibuatlah transaksi, diawali dengan lisan, sebelum betul-betul jadi kesepakatan. Sejumlah syarat dibicarakan, termasuk uang. Ada mahar juga cost politik. Cocok dan disanggupi, jalan. Tidak cocok, transaksi tidak dilanjutkan. Alias dibatalkan.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)