Sunday, 19 August 2018

Penguatan Kelembagaan Media Islam

Penguatan Kelembagaan Media Islam

Foto: Wartawan senior Ahmad Husein saat berbicara dalam diskusi nasional pada Munas pertama Forum Jurnalis Muslim. (Dok, Forjim)

Oleh: Roni Tabroni*

Jakarta, Swamedium.com – Dua organisasi jurnalis Islam yaitu Forum Jurnalis Muslim (Forjim) dan Jurnalis Islam Bersatu (Jitu) baru saja menyelesaikan agenda pentingnya yaitu Kongres. Kegiatan tersebut menandai semakin bergairahnya pers Islam di Indonesia yang digawangi jurnalis-jurnalis handal di bawah organisasinya yang semakin kuat.

Baik Forjim maupun Jitu memiliki misi mulia di tengah beratnya tugas untuk mengembangkan dunia jurnalisme Islam di tanah air yang begitu dinamis. Bahkan masih segar dalam ingatan bagaimana puluhan media Islam online diberangus pemerintah yang menimbulkan tanya sampai kini.

Kehadiran dua organisasi ini sesungguhnya masih baru di jagat jurnalisme Indonesia. Dibutuhkan waktu untuk menguatkan secara kelembagaan dengan melakukan konsolidasi dan koordinasi di kalangan internal, media-media Islam yang ada, juga berbagai lembaga terkait lainnya.

Namun demikian, kita pun berharap banyak kepada dua lembaga ini, karena secara the facto banyak di antara pengurusnya yang sesungguhnya sudah malang melintang di dunia jurnalistik, baik di media Islam maupin media umum sebelumnya. Bekal pengalaman yang matang di dunia media ini akan menjadi alasan mempercepat kemajuan dan matangnya lembaga ini.

Perihal mendesaknya mematangkan lembaga ini, dikarenakan secara kasat mata kini semakin berkembangnya media massa Islam baik dalam format cetak, elektronim (khususnya tv digital), terlebih media online. Keberadaan media2 Islam ini harus dibarengi oleh semakin meningkatnya kuantitas dan kualitas jurnalis Islam.

Secara kelembagaan, media massa Islam dituntut untuk semakin memperkuat dirinya karena beberapa alasan: pertama, kencangnya gelombang Islamphobia yang menjadikan media sebagai agen propagandanya. Jika media Islam tidak kuat maka citra Islam semakin memburuk dan akhirnya perang informasi dimenangkan oleh mereka. Kedua, tuntutan keberimbangan informasi. Kehadiran medi Islam sebenarnya mengembang misi penting yaitu membangun peradaban dunia yg lebih baik, tetapi pada jangka pendek media Islam ini memiliki tugas untuk membangun keberimbangan informasi agar publik tidak terbodohi oleh konten-konten yang sepihak khususnya terkait isu-isu keagamaan.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)