Wednesday, 21 November 2018

Begini Kronologi Penganiayaan terhadap Ustadz Basit

Begini Kronologi Penganiayaan terhadap Ustadz Basit

Foto: Pelaku penganiayaan ustadz Basit di Palmerah Jakarta barat. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Kejadian penganiayaan terhadap ulama kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang Ustadz bernama Basit. Kejadian tersebut terjadi di Jalan KH Syahdan RT 006/012 Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (10/2) sekitar jam 23.30 WIB.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Lurah Palmerah Muchammad Ilham.

“Memang benar, Pak Ustad Basit semalam itu dibacok oleh salah seorang dari kawanan anak punk. Anak jalanan begitu lah,” kata Ilham, di Jakarta, Senin (12/2).

Diungkapkannya, kejadian itu berawal saat Ustadz Basit melintas di wilayah RT 006/012 Kelurahan Palmerah, tepatnya di Jalan KH Syahdan. Saat melintas, secara kebetulan, ustadz Basit melihat sekelompok anak jalanan yang tengah nongkrong dan sedang menenggak minuman keras.

“Karena melihat adanya sekelompok anak jalanan yang dimana terlihat meresahkan warga sekitar. Sehingga ketika itu Ustadz Basit menegur para anak punk itu. Meminta mereka kembali pulang ke rumahnya, karena memang bukan waktunya lagi nongkrong,” beber Ilham.

Ilham melanjutkan, saat sedang menasehati anak jalanan itu, salah satu dari mereka dengan ciri-ciri tubuh dipenuhi tato dan berambut pirang, langsung mengambil sebuah golok yang ada di dekatnya dan membacok tangan sang ustadz. Diduga pelaku tersebut tidak senang dengan nasehat Ustadz Basit.

“Akibat kejadian tersebut sang ustad terluka cukup parah di bagian tangan kanannya akibat serang pelaku, yang kemudian ustadz berteriak minta tolong,” tutur Ilham.

Mendengar teriakan ustadz, warga sekitar datang dan menangkap dua anak jalanan itu, dimana salah satunya adalah pelaku pembacokan.

“Sementara yang lainnya berhasil melarikan diri,” ungkapnya.

Saat dilakukan penangkapan oleh warga sekitar, anak jalanan yang melakukan pembacokan tersebut melakukan perlawanan, hingga akhirnya dihakimi warga sampai babak belur dan berlumuran darah.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)