Sunday, 19 August 2018

Umroh Baca Pancasila, Felix Siauw: Syiar yang tak etis, berlebihan

Umroh Baca Pancasila, Felix Siauw: Syiar yang tak etis, berlebihan

Foto : Felix Siauw (ist)

Oleh: Felix Siauw*

Jakarta, Swamedium.com – Asalkan dia Muslim, dan memenuhi syarat, maka dimanapun dia, kapanpun zamannya, dia layak dan mampu untuk mengimami manusia dalam shalat, tak peduli siapapun makmumnya, dari negara mana, apa jabatan, atau kekayaannya

Islam tidak membedakan ras, suku, jabatan, bangsa, negara, apalagi harta. Yang paling takwa adakah yang paling tinggi. Ukurannya adalah ketaatan, sebab manusia lahir tak membawa sesuatu, pun meninggal tak membawa juga

Sama seperti saat seorang Muslim masuk ke Masjid, semua sama dihadapan Allah. Sama-sama melepas alas kaki, ruku dan sujud dengan sejajar, tahiyyat dengan waktu yang sama, menyembah Allah teratur terarah di kiblat yang padu

Dalam syariat kita tunduk pada Allah dan Rasul, adapun variasi bukannya haram dalam Islam, tapi diatur tempatnya. Indonesia punya ciri, Turki punya ciri, Cina punya tanda, Arab juga tersendiri dalam variasi cara penyembahan itu

Bila Arab punya Masjid kotak, Turki mengembangkan Masjid berkubah, Indonesia dengan Masjid beratap, ini variasi yang dibolehkan, sebab bentuk Masjid sangat terpengaruh geografis, mana bentuk yang paling cocok

Tapi tak ada yang boleh berbeda dalam syariat yang sudah baku, shalat tetap dalam bahasa Arab walau kita di Indonesia, haji tetap di Arafah meski kita lebih betah di Nusantara, itu sudah ketentuan Allah Yang Mahabenar

Haji dan umrah pun punya ketentuan, semua dari Rasulullah, dan saat melakukan sa’i Rasulullah tidak berikan batasan saat melantunkan dzikir, bahkan bercakap-cakap pun boleh. Tapi membaca teks Pancasila? Sangat berlebihan

Apa yang ingin ditunjukkan? Apa yang ingin disampaikan dengan itu? Bukankah lebih banyak kalimat thayyibah yang bisa dilafadzkan? Khawatir niat di dalam hati kita ingin menunjukkan sesuatu yang tak pantas, besok ada yang membaca UUD45 sekalian?

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)