Wednesday, 21 November 2018

“Black Campaign” Berbau SARA Menyerang Sudirman Said

“Black Campaign” Berbau SARA Menyerang Sudirman Said

Foto: Sudurman Said.

Oleh: Zeng Wei Jian*

Jakarta, Swamedium.com — Semasa “Cold War” era, Soviet Union merilis moduz disinformasi di banyak show down. Misalnya, saat “Iranian hostage crisis” antara tahun 1979-1981.

Secara politis, di panggung United Nations, para diplomat Soviet mendukung para korban sandera dan mengecam para penyandera.

Namun, at the same time, Soviet black radio station yang bernama “National Voice of Iran” secara terbuka aktif menyiarkan dukungan kepada para penyandera (hostage-takers). Motifnya mendeskreditkan Amerika dan mentriger sentimen Anti Amerika dari dalam Iran.

Moduz black campaign serupa barusan saya temukan diedarkan oleh sekelompok orang di dunia maya.

Leaflet maya itu kontennya seputar Sudirman Said. Pekat nuansa fitnah, adu domba, SARA, dan black operation.

Sudirman Said dikatakan sebagai Muhamadiyah, bukan kader NU, didukung PKS partai wahabi, SS membahayakan NU dan sebagainya. Motifnya mendown-grade Sudirman-Ida. Bahaya sekali karena landasannya SARA.

Nyatanya Sudirman Said lahir di lingkungan NU. Saudaranya banyak NU. Salah satunya KH Dimyati Rais Kaliwungu. Saat sekolah, dia pernah ‘ngenger’ (numpang) di keluarga Muhamadiyah. Jadi, Sudirman Said dekat dengan semua golongan.

Banyak yang sebut Sudirman Said adalah solidarity maker. Sekertarisnya beretnis Tionghoa. Sudah 12 tahun ngga pernah diganti. Sewaktu kampanye pemilihan ketua senat mahasiswa, Jurkam Sudirman muda adalah seorang mahasiswa Katolik. Temen kost-nya seorang Hindu Bali.

Sebagian dari klik anti Sudirman-Ida di Jawa Tengah memainkan moduz kampanye “Stop SARA”. At the same time, faksi lain dari klik itu memainkan adu-domba SARA. Moduz mereka serupa dengan taktik Soviet Union. (*/ls)

*Penulis adalah pemerhati masalah sosial politik

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)