Tuesday, 20 February 2018

Pembangunan Manufaktur Stagnan, 70% Ekspor Indonesia Berupa Komoditas

Pembangunan Manufaktur Stagnan, 70% Ekspor Indonesia Berupa Komoditas

Foto. Ekspor Indonesia sampai saat ini 70% masih berupa komoditas. Industri manufaktur tak kunjung mampu membuat produk yang punya nilai tambah. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, kebijakan di sektor industri masih berbelit-belit sehingga sulit menghasilkan produk yang bernilai tambah dan mampu bersaing di pasar ekspor. Saat ini, 70% ekspor Indonesia masih berupa komoditas, padahal beberapa negara di Asia Tenggara sudah mengekspor produk manufaktur.

Rosan menjelaskan, peningkatan ekspor dapat dicapai jika ada perbaikan di sektor industri dan ditunjang dengan kebijakan yang tidak membelit.

“Untuk membangun ekspor itu kan balik lagi apa industri yang harus dibangun, untuk membangun industri ini perlu ditunjang juga dengan kebijakan yang business friendly, environment friendly,” ujar Rosan, Senin (12/2) yang dirilis republika.co.id.

Rosan menjelaskan, selama ini sekitar 70 persen ekspor Indonesia berupa komoditas. Sementara, sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara sudah mengekspor produk manufaktur.

Produk-produk manufaktur Indonesia dinilai kurang kompetitif dan tidak mempunyai daya saing karena masih terhambat dengan faktor-faktor internal. Misalnya, biaya logistik yang masih tinggi dan banyaknya regulasi yang membelit proses investasi.

“Memang yang banyak dikeluhkan adalah harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, terutama di daerah itu banyak sekali yang menghambat,” kata Rosan.

Rosan mengatakan, Indonesia harus mulai menciptakan produk yang kompetitif sehingga bisa bersaing dengan negara lain di tingkat regional. Rosan mendorong agar pengusaha Indonesia bisa mencoba menciptakan produk industri yang tidak tergantung pada impor bahan mentah.

“Kita coba bagaimana impor tidak terlalu banyak, tapi ekspor kita naik,” ujar Rosan.

Sebelumnya, pada Jumat (9/2) lalu, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menggelar rapat internal bersama menteri-menteri ekonomi untuk membahas peningkatan investasi dan ekspor.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)