Monday, 21 May 2018

PKS Dukung Pencapresan Jokowi, Mungkinkah?

PKS Dukung Pencapresan Jokowi, Mungkinkah?

Foto. Pilpres 2019 semakin dekat. Banyak yang berusaha merangkul PKS guna menjaring suara orang Islam. (ist)

Oleh : Hersubeno Arief

Jakarta, Swamedium.com – Pertengahan bulan lalu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengumumkan sembilan (9) nama bakal calon presiden (bacapres) yang akan diusung pada Pilpres 2019. Namun hampir satu bulan berlalu, belum ada tindak lanjut. Apakah bakal ada deklarasi atau cukup hanya sampai pengumuman itu saja, tanpa serimoni apapun?

Melihat banyaknya nama yang diusulkan, strategi apa yang tengah disiapkan oleh PKS? Seriuskah PKS mau mengajukan nama capres sendiri? Apakah langkah tersebut hanya sekedar untuk memanaskan mesin partai, atau sekedar menjajaki respon pasar, alias check sound?

Melihat perolehan suara, ataupun jumlah kursinya di DPR, dapat dipastikan PKS tidak bisa mengusung capresnya sendirian. Perolehan 40 kursi pada Pileg 2014, jauh dari kebutuhan minimal seperti yang diatur dalam presidential threshold 25% total suara nasional, atau 20% kursi .

Dengan total jumlah anggota DPR sebanyak 560 orang, maka setidaknya diperlukan 112 kursi untuk bisa mengusung seorang capres. Jelas PKS butuh partai koalisi.

Kalau harus berkoalisi, dengan siapa PKS akan berkoalisi? Pasca Pilkada DKI Jakarta banyak kalangan umat Islam yang mengharapkan koalisi PKS dengan Gerindra dan PAN akan terus berlanjut di Pilkada serentak 2018, bahkan Pilpres 2019.

Ada harapan poros ini bisa mengalahkan poros Jokowi sebagaimana mereka berhasil mengalahkan Ahok yang didukung Jokowi di Pilkada DKI Jakarta. Apalagi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyebut PKS sebagai sekutu, bukan sekedar partner koalisi.

Namun harapan itu mulai menjauh ketika peta koalisi di pilkada serentak tak searah dan sebangun dengan peta Pilkada DKI Jakarta.

Di Jawa Barat yang semula diharapkan bisa menjadi front kedua setelah Jakarta, koalisi PKS, Gerindra, dan PAN sempat berantakan ketika Deddy Mizwar yang semula digadang-gadang menjadi calon Gerindra menyeberang ke Demokrat. Mereka kembali menyatu setelah Gerindra menyodorkan nama Sudrajat sebagai cagub.

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)