Wednesday, 20 February 2019

Ini Penjelasan BMKG soal Potensi Gempa Megathrust di Jakarta

Ini Penjelasan BMKG soal Potensi Gempa Megathrust di Jakarta

Foto: Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (aa.com.tr)

Jakarta, Swamedium.com – Dalam dua hari terakhir, beredar secara viral informasi yang menyebutkan adanya potensi gempa megathrust di Jakarta. Informasi mengenai gempa yang kemudian viral itu bersumber dari pernyataan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati Dwikorita di Sarasehan IKAMEGA: ‘Gempabumi Megathrust Magnitudo 8.7, Siapkah Jakarta?’.

Menanggapi informasi viral itu, Dwikorita pun menegaskan bahwa hingga kini, belum ada cara ataupun teknologi untuk memprediksi secara tepat kapan suatu gempa akan terjadi di suatu wilayah.

“Meski para ahli mampu menghitung perkiraan magnitudo maksimum gempa di zona megathrust, akan tetapi teknologi saat ini belum mampu memprediksi dengan tepat, apalagi memastikan kapan terjadinya gempa megathrust tersebut,” ujar Dwikorita dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/3).

Berikut adalah keterangan lengkap Dwikorita yang disampaikan melalui Humas BMKG:

Penjelasan terkait Sarasehan IKAMEGA ; “Gempabumi Megathrust Magnitudo 8.7, Siapkah Jakarta?”

Perlu kita pahami bersama, karena wilayah Indonesia terletak di zona pertemuan lempeng tektonik aktif, maka Indonesia menjadi wilayah yang rawan gempabumi.

Oleh karena itu pemerintah (melalui Pusat Studi Gempa Nasional-PUSGEN) dengan didukung oleh para pakar gempa dari beberapa perguruan tinggi, lembaga/kementerian termasuk BMKG, telah menerbitkan buku “Peta Sumber dan Bahaya Gempabumi Indonesia tahun 2017” sebagai salah satu upaya dan langkah mitigasi gempabumi di Indonesia.

Peta tersebut merupakan pedoman untuk mendesain konstruksi bangunan di daerah rawan gempabumi, dengan mempertimbangkan percepatan tanah akibat perambatan gelombang gempa.

Peta tersebut diterbitkan bersama buku dengan judul yang sama. Di dalam buku tersebut diinformasikan bahwa berdasarkan hasil kajian para pakar gempabumi, zona tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, yang menunjam masuk ke bawah Pulau Jawa disebut sebagai zona megathrust, & proses penunjaman lempeng tsb masih terjadi dengan laju 60-70 mm per tahun.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)