Wednesday, 19 September 2018

Gagal Paham Kaum Feminis

Gagal Paham Kaum Feminis

Oleh: Ragil Rahayu Wilujeng, SE*

Jakarta, Swamedium.com – Delapan tuntutan diusung pada aksi Women’s March tahun ini. Yaitu menghapus kebijakan yang diskriminatif, pengesahan berbagai hukum dan kebijakan, menjamin dan menyediakan akses pemulihan bagi korban kekerasan, serta menghentikan intervensi negara terhadap tubuh. Selain itu, ada pula tuntutan menghapus stigma, diskriminasi, praktik dan budaya kekerasan berbasis gender. Mereka juga mengajak untuk menghapus akar kekerasan berbasis gender.

Isu yang menonjol di Women’s March tahun ini adalah kekerasan seksual terhadap perempuan. Indonesia mengalami darurat kekerasan seksual terhadap perempuan. Komnas Perempuan membeberkan bahwa tingkat kekerasan seksual yang menimpa kaum hawa masih tinggi. Pada tahun 2014, tercatat 4.475 kasus, di tahun 2015 tercatat 6.499 kasus dan tahun 2016 telah terjadi 5.785 kasus. Atas fakta ini, muncul tuntutan untuk segera mengesahkan rancangan UU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Menuntut Kebebasan

Kekerasan seksual menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah “any sexual act, attempt to obtain a sexual act, unwanted sexual comments or advances, or acts to traffic, or otherwise directed, against a person’s sexuality using coercion, by any person regardless of their relationship to the victim, in any setting, including but not limited to home and work. ”

Komnas Perempuan mencatat 15 bentuk kekerasan seksual yaitu perkosaan, intimidasi seksual, pelecehan seksual, eksploitasi seksual, perdagangan perempuan untuk tujuan seksual, prostitusi paksa, perbudakan seksual, pemaksaan perkawinan, pemaksaan kehamilan, pemaksaan aborsi, pemaksaan kontrasepsi dan sterilisasi, penyiksaan seksual, penghukuman tidak manusiawi dan bernuansa seksual, praktek tradisi bernuansa seksual, dan kontrol seksual.

Kalangan feminis menganggap bahwa penyebab kekerasan terhadap perempuan adalah diskriminasi gender. Yakni pandangan yang bias gender tentang hubungan antara laki-laki dan perempuan. Maka feminis menuntut kebebasan mendasar bagi perempuan. Termasuk kebebasan terhadap tubuhnya, dengan slogan : My body, my choice.”

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)