Wednesday, 19 September 2018

Rakyat Siap Bertarung Secara Ksatria Hadapi Pemerintahan Jokowi

Rakyat Siap Bertarung Secara Ksatria Hadapi Pemerintahan Jokowi

Foto: Teuku Gandawan. (Facebook Teuku Gandawan)

Oleh: Teuku Gandawan*

Jakarta, Swamedium.com – Sebagian besar pemilih pada Pemilu Presiden 2014 yang memilih Prabowo, tidak mengubah persepsinya tentang ketidaklayakkan Jokowi menjadi presiden. Mereka semakin mantap dan tak sabar menunggu 2019 untuk segera menumbangkan Jokowi.

Sebagian kecil yang tidak memilih Jokowi dapat dipastikan kini mendukung Jokowi karena mendapat manfaat atas kepemimpinannya. Paling gampang melihat dari unsur ini adalah dari orang-orang yang tadinya bergabung dalam Koalisi Merah Putih dan telah memutuskan bergabung dengan koalisi pemerintah.

Sebagian besar pendukung Jokowi pada 2014, kini termasuk dalam barisan orang-orang yang kecewa dengan kinerja Jokowi. Ini dapat dilihat dengan berbagai pengakuan orang-orang menyatakan penyesalannya atas pilihannya. Hal ini juga diperkuat dengan berkurang secara signifikan jumlah Jokower di sosial media yang dulu begitu tangguh berteriak move-on dan sebagainya.

Sebagian kecil pendukung Jokowi masih berusaha mendukungnya dengan keras dan susah payah. Ini bisa terlihat dari berbagai kebijakkan Jokowi yang tidak lagi melulu mengandalkan dukungan publik dari sosial media. Berbagai organisasi baik pemerintahan, legislatif, lembaga independen dan non-pemerintahan didorong untuk menciptakan iklim yang cenderung menguntungkan Jokowi agar terpilih kembali.

Artinya rakyat mayoritas pada Pemilu 2019 akan “bertarung dengan mesin kerja pemerintahan Jokowi dan mesin kerja partai pendukungnya”. Inilah yang akan menjadi seni bertarung dalam demokrasi pancasila jaman now, dimana banyak lembaga pemerintahan kehilangan kejernihan dalam menjalankan tupoksinya.

Menariknya emosi rakyat banyak saat ini terkontrol sangat baik. Tidak ada tanda-tanda akan menjurus kepada terjadinya “people power”. Nampaknya rakyat sepakat untuk tidak melakukan aksi parlementer jalanan seperti ketika “menjatuhkan” Soeharto. Ketika penguasa semakin kehilangan kemampuan menjalankan demokrasi dengan jernih, rakyat banyak ternyata malah semakin dewasa dan siap memenangkan pertarungan dengan menjatuhkan Jokowi lewat jalur formal yakni Pemilu Presiden 2019. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)