Tuesday, 11 December 2018

Sister City Jakarta – Jateng

Sister City Jakarta – Jateng

Foto: Zeng Wei Jian (ist)

Oleh: Zeng Wei Jian*

Jakarta, Swamedium.com – Kemiskinan turun dari 14% ke 13% itu sudah hebat bagi Gus Yassin. Dulu, Ndoro Ganjar bilang dia gagal turunkan angka kemiskinan. Saat ini, ada sekitar 5 juta orang miskin di Jawa Tengah.

Sudirman Said dan Ida Fauziyah punya rencana menurunkan kemiskinan jadi 6%. Salah satu turunan programnya: serap 5 juta tenaga kerja. Di antaranya, lahirkan 1 juta usahawan perempuan.

Ganjar nyatakan itu ngga mungkin. Terlalu fantastis katanya. Progresif kata Rosi.

Ganjar sudah kerahkan semua potensi: APBD/APBN, keterampilan, akses modal, pendampingan, Bank Jateng, BPKKR, 51 triliun investasi, dorong swasta dan CSR. Hasilnya, kemiskinan cuma turun 1%. Fayyah.

Bagi Pa Dirman, kuncinya di keberpihakan, lokus pembangunan desa, investasi swasta, milenial, industri kecil-menengah, pariwisata dan sebagainya.

Ida Fauziyah menambahkan konsepnya tanam, petik, “olah”, jual. Di spektrum Nelayan: tangkap-“olah”-jual. Missing linknya di kata “olah”.

Pa Dirman mengekstraksi semua praksis itu ke dalam tiga point: Keberpihakan, Kepemimpinan Bersih, dan tim orang-orang kompeten. Dengan tiga kata, poin-poin itu dikristalisasi menjadi Niat, leadership dan managerial.

Sampai di sini, muka Ndoro semakin pucat. Yassin menelan ludah. Keduanya speechless.

Ida Fauziyah menghantam lagi. Menurutnya, Optimisme dari seorang pemimpin dibutuhkan. “Kemiskinan yang mendera butuh langkah akseleratif,” katanya.

Ganjar tetap pesimis. “A pessimist is a man who thinks everybody is as nasty as himself, and hates them for it,” kata George Bernard Shaw.

Tiba-tiba, acara “Rosi & Kandidat Jateng” menampilkan seorang pemudi milenial. Dia bertanya soal lapangan kerja baginya di masa depan. Tampaknya dia kuatir susah dapet kerja.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)