Wednesday, 20 February 2019

Harga Batu Bara Dibatasi, 15 Perusahaan Rugi Ratusan Miliar

Harga Batu Bara Dibatasi, 15 Perusahaan Rugi Ratusan Miliar

Foto. Perusahaan batu bara terancam menderita kerugian akibat harga batu bara dibatasi. (*)

Jakarta, Swamedium.com – Peraturan pemerintah tentang batasan harga batu bara untuk kewajiban pasar domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) bagi pembangkit listrik yang ditetapkan 12 Maret 2018 mengakibatkan 15 perusahaan batu bara rugi ratusan miliar rupiah.

Sebanyak 15 perusahaan batu bara nasional yang hadir dalam rapat dengan pendapat umum (RDPU) dengan Komisi VII DPR RI mengaku, perusahaan mereka berpotensi kehilangan keuntungan pendapatan tahun ini.

Ke-15 perusahaan itu adalah PT Adaro Indonesia, PT Arutmin Indonesia, PT Berau Coal, PT Kaltim Primacoal, PT Kideco Jaya Agung, PT Indominco Mandiri, PT Antang Gunung Maratus, PT Borneo Indobara, dan PT Insani Bara Perkasa, Selanjutnya, PT Mahakam Sumber Jaya, PT Mandiri Inti Perkasa, PT Pesona Katulistiwa Nusantara, PT Trubaindo Coal Mining, PT Bukit Asam, dan PT Bumi Rantau Energi.

Kelima belas perusahaan tersebut berkomitmen untuk memenuhi aturan tersebut, yakni penjualan batu bara 25% untuk domestik dari rencana penjualan produksi batubara 2018. Serta penetapan harga batu bara untuk domestik sebesar USD70 per metrik ton.

Kendati demikian, mereka mengakui perusahaan kehilangan pendapatan yang cukup besar. Seperti yang dialami PT Arutmin Indonesia, di mana perusahaan kehilangan pendapatannya USD67,8 juta atau sekitar Rp920 miliar.

“Di tahun 2018 ini penurunan pendapatan kami sekitar USD67,8 juta atau sekitar Rp920 miliar sejak peraturan ini diberlakukan 12 Maret lalu,” ujar Direktur Utama PT Arutmin Indonesia Ido Hutabarat dalam RDPU di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Sementara itu, Direktur Utama PT Kideco Jaya Agung Kurnia Ariawan mengatakan, di 2018 produksi Kideco sebesar 32 juta ton. Dengan aturan tersebut perusahaan mengalami kehilangan pendapatan hingga Rp1,1 triliun.
“Perhitungan kami terhadap penetapan harga USD 70 dollar per ton, impact-nya ke penjualan Kideco itu Rp1,1 triliun tahun ini,” ujar Kurnia.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)