Monday, 23 July 2018

Rindu Habib Rizieq

Rindu Habib Rizieq

Foto; Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. (ist)

Oleh: Teuku Zulkhairi*

Banda Aceh, Swamedium.com – Beberapa tulisan mengupas posisi Dr Habib Rizieq Syihab yang kini menjelma menjadi pemimpin politik Islam di Indonesia. Apalagi setelah dengan tegas ia berani menyampaikan kebenaran Islam secraa tegas dan lugas di depan Presiden dan elit lainnya dalam khutbah Jum’atnya di Monas pada aksi 212 yang lalu.

Di akun Facebooknya, AS Hikam, pengamat politik yang juga mantan menteri di era Gusdur mengatakan, “Gelar aksi demo yang diberi nama “Super Damai” di kawasan Monas pada Jumat 2 Desember 2016 barangkali layak disebut sebagai sebuah babak baru dalam konstelasi perpolitikan Indonesia pasca-reformasi. Yaitu munculnya Habib Rizieq Syihab (HRS) sebagai representasi kekuatan Islam politik yang fenomenal dan harus diperhitungkan secara serius oleh Pemerintah Presiden Jokowi (PJ) dan masyarakat Indonesia serta pihak-pihak di luar negeri ini”.

Pengakuan terhadap posisi Habib Rizieq sebagai pemimpin politik umat Islam saat ini tentu sangat beralasan. Di Indonesia, tidak banyak tokoh agama yang berani membangun gerakan Nahi Mungkar sebagaimana yang dilakukan Habib Rizieq dengan Front Pembela Islam (FPI)nya.

Terlepas bahwa FPI bukanlah gerakan “malaikat” yang tidak punya cela, namun yang jelas Nahi Mungkar adalah tuntutan Islam setelah Amar Makruf. Di Indonesia banyak yang melakukan Amar Ma’ruf, namun sedikit yang concern pada Nahi Mungkar. Sebab, pekerjaan ini memang penuh resiko karena akan berhadapan dengan jaringan mafia hitam yang telah mengakar secara sistemik di negeri ini.

 Dugaan saya, diam-diam nurani umat Islam menyimpan rasa cinta dan rindu kepada Habib Rizieq. Apalagi, publik jelas bisa membaca dengan baik reputasi jaringan yang selalu menyerang beliau dan gerakan Nahi Mungkarnya yang penuh resiko itu. Faktanya, seruan Habib Rizieq dan para ulama lain untuk Aksi Bela Islam mendapatkan antusiasme besar dari umat Islam.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)