Wednesday, 20 February 2019

Amien Rais Layak di Bela

Amien Rais Layak di Bela

Foto: Amien Rais berpendapat, yang mengatakan politik harus dipisah dengan agama adalah omongan orang yang tidak paham Pancasila. (ist)

Oleh: M. Rizal Fadillah*

Bandung, Swamedium.com – Ungkapan Amien Rais soal Partai Allah dan Partai Setan tidak ada yang salah. Hal ini normatif saja sebab memiliki landasan yang kuat berdasarkan Al Qur’ an antara lain QS Almaidah dan Mujadalah. Semua partai, kelompok, organisasi yang berjuang untuk membela kemuliaan agama adalah partai Allah (hizbullah) dan semua partai, kelompok, organisasi yang tidak membela agama apalagi menista agama, ya partai syetan (hizbusy syaithon).

Kutipan atau ungkapan seperti ini tentu tidak bernilai hate speech. Sama saja dengan mubaligh yg mengungkap ayat Qur’an yang membagi manusia dalam mu’min, kafir, atau munafik, tentu tidak bernilai hate speech juga. Qur’an dasarnya juga berfungsi sebagai pembuat garis demarkasi atau pembeda (furqon).

Tindakan orang yang melaporkan ke polisi ucapan Amien Rais ini adalah berlebihan dan merupakan wujud dari kenaifan dan kedangkalan diri mengenai pandangan keagamaan. Tak akan terpenuhi delik apapun dari mengutip dalil Qur’an yang ditafsirkan dengan kondisi kekinian. Penafsiran yang tidak bertentangan dengan pokok ajaran tidak merupakan delik.

Ungkapan Amin Rais soal pembela agama ini jelas jelas relevan dengan situasi kini dimana banyak partai dan kelompok serta individu yang justru menafikan aspek aspek keagamaan bahkan mencaci maki dan melecehkan arti dan kemuliaan agama. Ini fenomena peminggiran agama dalam konteks sosial dan politik. Di Indonesia sikap ini jelas tidak benar dan melawan ideologi negara.

Amien Rais benar dan mengingatkan agar masyarakat dan bangsa tidak terjerumus dalam pandangan hidup politik yang sekularistik atau komunistik. Agama yang diabaikan, dicandukan, bahkan dibebaskan untuk dinistakan.

Amien Rais benar dan mengingatkan sebagai pemimpin politik Islam agar masyarakat dan bangsa kembali pada sejarah berdiri negeri ini dimana para pembela agama (hizbullah) mengambil peran penting jika tidak bisa dikatakan terpenting dalam memerdekakan dan meletakkan dasar dasar hidup berbangsa dan bernegara yang kuat dan berdaulat. Agama tak bisa dikesampingkan.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)