Monday, 23 July 2018

Ombudsman: Tiap hari ada dua pesawat kirim TKA Tiongkok ke Indonesia

Ombudsman: Tiap hari ada dua pesawat kirim TKA Tiongkok ke Indonesia

Jakarta, Swamedium.com – Ombudsman Republik Indonesia mengungkapkan, bahwa Indonesia setiap harinya telah kedatangan tenaga kerja asing (TKA) asal Cina. Sebanyak 70 persen TKA di antaranya didatangkan menggunakan pesawat terbang. Sedangkan 30 persen sisanya menggunakan transportasi laut.

Menurut Anggota Ombudsman, Laode Ida, arus penerbangan TKA terbanyak setiap harinya adalah di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

”Kami melihat arus tenaga kerja asing setiap hari menggunakan pesawat terbang. Mereka tiba jam 03.00 dan jam 06.00 waktu setempat,” ungkap Anggota Ombudsman, Laode Ida, Selasa (17/4) lalu, dilansir potretnews.com dari indopos.co.id.

Hal ini diketahui setelah Ombudsman melakukan investigasi ke Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara tahun lalu. Dari hasil investigasi tersebut ditemukan adanya TKA yang didatangkan menggunakan pesawat terbang. Ironisnya mereka datang hampir setiap harinya berturut-turut.

“Itu setiap hari, kita pantau-pantau sekarang ini. Kedatangan itu tidak pernah terputus,” ujarnya membeberkan.

Dari investigasi tersebut juga ditemukan bahwa kedatangan TKA bersamaan dengan investasi Cina di Indonesia dalam tiga tahun terakhir.

“Sehingga modal yang mereka bawa itu secara langsung menyertakan tenaga kerja yang mereka butuhkan, proyek-proyek atau investasi yang mereka bawa itu. Ini sebenarnya menunjukkan bahwa nilai investasi untuk rakyat itu sangat kecil,” ujarnya.

Ironisnya, jumlah TKA yang datang dari Cina semakin meningkat. Padahal, selain Cina, ada pula TKA yang berasal dari negara Jepang dan Singapura.

“Itu meningkat, meskipun posisinya ketiga. Pertama tetap Jepang, Singapura kemudian Tiongkok. Singapura pun sebenarnya sumbernya juga dari Tiongkok,” ujarnya.

Lebih jauh, dari hasil investigasi tersebut juga ditemukan bidang pekerjaan yang umumnya mereka tekuni adalah buruh dan supir angkutan barang.

“Yang terdata itu umumnya buruh, karena adanya bidang keahlian misalnya untuk pemasangan-smelter itu, karena mesinnya kan didatangkan dari negara mereka Tiongkok. Mulai dari pemasangan itu sampai pekerjanya,” ujarnya.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (5)

5 Comments

  1. Anonymous

    Kurangnya prhatian dr pemerintah pusat,low byak makai tnaga asing kapn penduduk pribumi bs makmur sejahtera toh bnyak tenag rang asing yg dipkai….

    Reply
  2. Anonymous

    Jika Jokowi terlalu berat menolak permintaan pihak CINA untuk tidak menolak TKA dari Cina timbul pertanyaan di hati kami , apakah jangan2 Indonesia sangat berhutang besar dan mengalihkan hutang ke Cina yg bermodus Investasi , terus terang hal ini ” BAHAYA BESAR ” sedang melingkupi negeri yg kaya ini , namun belum benar2 terbebas dari penjajahan , Cina adalah negara yg melakukan penjajahan gaya baru lebih berbahaya dari penjajah sebelumnya , mereka adalah perampok sekali gus penghisap darah bangsa INDONESIA berikutnya

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)