Monday, 21 May 2018

Atillah Soeryadjaya Sebut Hukum di Indonesia Kotor

Atillah Soeryadjaya Sebut Hukum di Indonesia Kotor

Jakarta, Swamedium.com – Istri Edward Soeryadjaya, Atillah Soeryadjaya merasa bingung dengan kasus hukum yang mendera suaminya. Bagaimana tidak meski praperadilan PN Jakarta Selatan sudah memenangkan Edward dan mencabut status tersangkanya namun suaminya kini justru jadi terdakwa dan menjalani sidang di PN Tindak Pidana Korupsi.

“Saya memohon keadilan terhadap suami saya. Meski sudah menang praperadilan dan status tersangka sudah digugurkan namun kasus suami saya terus berlanjut di Tipikor,” kata Atillah sambil menahan tangis di PN Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (16/5).

Bahkan dirinya menyebut jika hukum di Indonesia sangat gelap dan kotor. Dia pun berjanji akan membongkar apa saja yang terjadi terhadap sang suami selama enam bulan berada di dalam tahanan.

“Saya akan buka apa yang terjadi selama enam bulan. Hukum negara ini sangat kotor dan gelap,” tegasnya.

Kasus yang menimpa Edward berawal ketika Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) senilai Rp1,4 triliun di PT Sugih Energy Tbk (SUGI). Penetapan status tersangka Edward tersebut berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-93/F.2/Fd.1/10/2017 tanggal 27 Oktober 2017.

Kejagung menyangka Edward Sky Soeryadjaya melakukan perbuatan melawan hukum itu secara bersama-sama sehingga merugikan keuangan negara sejumlah Rp 599 milyar. Kejagung menyangka Edward melanggar Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3, Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Edward Soeryadjaya kemudian mengajukan praperadilan di PN Jakarta Selatan. Hakim tunggal praperadilan menyatakan status tersangka Edward tidak sah. Sementara Kejagung menyampaikan, bahwa kasus Edward Sky Soeryadjaya bukan lagi wewenang praperadilan karena perkaranya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sebelum putusan praperadilan.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)