Monday, 23 July 2018

Ramadhan dan Wajah Baru DKI

Ramadhan dan Wajah Baru DKI

Oleh: Tony Rosyid*

Jakarta, Swamedium.com — Saat berkunjung di salah satu wihara, seorang pemuka agama berbisik: baru Pak Anies dan Pak Sandi yang berkunjung kemari. Sebelumnya, tak ada Gubernur dan Wagub yang kemari. Spontan Anies-Sandi terhenyak. Sedikit kaget. Heran? Wajar, karena itu salah satu wihara terbesar di Jakarta. Tapi, nyaris tak ada kaki Gubernur dan Wagub sebelumnya menginjak lantai di wihara itu.

Indonesia adalah negaranya umat beragama. Dan Jakarta adalah ibu kotanya masyarakat beragama. Sudah semestinya agama diberikan perhatian memadai. Agama apapun. Sebab, Indonesia dihuni oleh rakyat multi agama.

Indonesia bukan negara agama. Tapi, negara dan agama tak bisa dipisahkan di Indonesia. Pernah ada orang paling terkenal di negeri ini bilang: agama harus dipisahkan dari negara. Sekuler dong…? Itu dulu. Sekarang, pernyataan itu sudah diubah. Sudah insaf. Mungkin karena jadual pendaftaran pilpres sudah dekat. Banyak orang mendadak religius menjelang pileg, pilkada dan pilpres. Siapa orang itu? Ah, pakai nanya lagi.

Anies-Sandi pemimpin untuk seluruh masyarakat Jakarta. Dengan beragam etnis dan warna agama. Sudah semestinya, semua terlayani dengan baik. Tanpa diskriminasi.

Mendesign Jakarta lebih religius sangat bergantung pemimpinnya. Setidaknya ada tiga parameter. Pertama, komitmen personal pemimpin terhadap agamanya. Bagi orang Islam, shalat dan puasa kagak, gimana dibilang religius? Bagi orang Kristen, ke gereja jarang-jarang, gimana diklaim religius?

Kedua, komitmen sosial keagamaannya baik. Diantaranya memberikan perhatian terhadap lembaga/organisasi dan kegiatan keberagamaan. Membuka area publik sebagai sarana umat mengekspresikan keimanannya. Itu adalah sejumlah indikator yang bisa diukur.

Ketiga, mendorong kebagamaaan (sikap beragama) sebagai bagian penting dalam membangun komitmen berbangsa dan bernegara. Mengedepankan nilai egaliter, persatuan, inklusifitas, toleransi, kebersamaan dan semangat nasionalisme sebagai moralitas beragama.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)