Monday, 21 May 2018

Saksi Ahli Nilai Perbuatan Fredrich Yunadi Masuk Pidana Umum

Saksi Ahli Nilai Perbuatan Fredrich Yunadi Masuk Pidana Umum

Jakarta, Swamedium.com – Guru Besar Universitas Al Azhar Prof Suparji Ahmad menjadi saksi ahli dalam perkara dugaan merintangi penyidikan kasus korupsi proyek KTP elektronik (KTP-el) yang menjerat Fredrich Yunadi.

Suparji yang juga pengajar Tindak Pidana Khusus seperti korupsi dan pencucian uang (TPPU) menjelaskan tentang peran dan fungsi advokat serta tindakan dugaan menghalangi – halangi suatu perkara yang menjerat Fredrich Yunadi, yang kala itu kuasa hukum Setya Novanto, tersangka korupsi proyek KTP-el.

Dihadapan Ketua Majelis Hakim, Syaifuddin Zuhri, Suparji mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa menyidik Fredrich Yunadi sebagai tersangka dugaan menghalangi perkara korupsi KTP-el yang menjerat Setya Novanto. Karena saat ini Setya Novanto juga telah menjadi narapidana 15 tahun.

Saat ini, Setya Novanto juga telah menghuni Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Sehingga tidak ada proses yang dilakukan Fredrich untuk menghalangi perkara Setya Novanto.

“Dimana dia (Fredrich) menghalangi, wong Setya Novanto saja menjadi terdakwa dan menjadi terpidana sekarang. Menghalanginya dimana. Kan tidak gagal proses hukum terhadap Serta Novanto,” ujarnya dalam persidangan.

Suparji menuturkan, mencegah melakukan perbuatan hukum jika menyembunyikan, menghapus barang bukti dan sebagainya itu bisa masuk kategori menghalangi. Sementara yang dilakukan Fredrich adalah hal – hal normatif yang subyektif selalu advokat dan kuasa hukum Setya Novanto.

Seperti kirim surat ke Presiden atau menunda proses penyidikan. Sementara untuk pesan kamar di Rumah Sakit Permata Hijau sebelum kecelakaan tidak ada bukti yang menguatkan.

“Itu tidak ada buktinya dan sebelumnya sudah ada komunikasi untuk perawatan hipertensi yang dialami Novanto,” jelasnya.

Suparji menilai, Fredrich meminta agar Setya Novanto dirawat juga tidak masuk kategori menghalangi. Karena meminta perawatan merupakan hak tersangka. Sehingga bukan menghalangi atau menghindar.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)