Sunday, 21 October 2018

Ustadz Fahmi Salim Minta Dikeluarkan dari Daftar Mubaligh Kemenag

Ustadz Fahmi Salim Minta Dikeluarkan dari Daftar Mubaligh Kemenag

Foto: Wakil Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Fahmi Salim. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, Ustadz Fahmi Salim menolak dirinya dimasukkan dalam Daftar 200 Mubaligh yang direkomendasikan Kementerian Agama. Dirinya pun meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengeluarkan namanya dari daftar tersebut.

Anggota Majelis Tarjih PP Muhammadiyah menegaskan sikapnya yang tidak mau terbawa dalam hal yang dia sebut kegaduhan yang kontraproduktif bagi dakwah Islam di tanah air.

“Dengan berat hati saya tegaskan, saya meminta Sdr. Menteri Agama RI untuk mencabut nama saya dari daftar tersebut karena berpotensial menimbulkan syak wasangka, distrust di antara para muballigh dan dai, dan saya tak ingin menjadi bagian dari kegaduhan tersebut yang kontraproduktif bagi dakwah Islam di tanah air,” tulis Ustadz Fahmi Salim melalui rilisnya, Sabtu (19/5).

“Biarkanlah saya menjadi diri saya sendiri, apa adanya, sebagai seorang dai. Saya tidak perlu formalitas pengakuan dari pihak manapun. Karena saya sadar sesadar-sadarnya bahwa dakwah adalah amanah yang besar dan tanggung jawab di hadapan Allah dan ummat,” imbuh mantan Anggota Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat itu.

Ustadz Fahmi juga bercerita kalau namanya pernah dicoret sebagai penceramah tausiyah Ramadhan di salah satu lembaga tinggi negara pada 2017 lalu.

“Saya telah terima dengan ikhlas pencoretan nama saya dari daftar pengisi tausiyah Ramadhan di masjid lembaga tinggi negara setingkat kementerian tahun lalu 2017 dan bahkan dicoret pula dari pengisi kajian rutin tiap bulan,” ungkapnya.

Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) itu juga mengatakan bahwa dirinya memiliki idealisme yang tidak bisa ditawar pihak lain. Menurutnya, kecintaannya terhadap NKRI tidak perlu dirilis dalam suatu daftar.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (13)

13 Comments

  1. Anonymous

    Betul pak ustad, itu menteri agama koq gak mikir ya buat apa dibuat seperti itu, lebih banyak mudarotnya dan dapat memecah umat.. Jadi kebijakan pemerintah itu harus menjadi pemersatu bukannya memecah semua akan kembali kepada cara memimpin. Umat akan bersatu jika kebijakannya benar tapi kalau tdk benar akan memecah umat

    Reply
  2. Anonymous

    Trima kasih ustazd sya merasa terharu dgn kenyataan anda ..btul ..ulama jgn mw di klompok ” kn oleh org”munafik yg berkpentingan sendiri

    Reply
  3. Anonymous

    subhanaallah …benar itu ustad,klu di buat begini nanti akan membuat perpecahan,iri dan saling benci antara sesama ustad penceramah lain nya.kebijakan yg di buat ini ,secara tidak langsung memecah belah kan sesama ustad ,membuat pertengkaran jg kehancuran,macam ada sesuatu yg ngk beres ni di belakang ni semua,negara indonesia ini luas tak cukup dgn ustad 200 orang bt menyampaikan tentang ajaran islam dakwa dakwah nya

    Reply
  4. Anonymous

    Saya salut dengan pernyataan Pa Ustadz , mendingan rekimendasi dari umat seumur hidup daripada seorang mentri Yg sebentar lagi akan tengge lam.Allahu Akbar…… Ulama tetap ber satu Aaaamiin yra.

    Reply
  5. Anonymous

    Kalau begitu saya pun bisa saja menilai kalau Lukman Hakim Syaifudin tidak layak menjadi seorang Menteri Agama karena beliau tidak memenuhi kriteria

    Reply
  6. Anonymous

    tdk usah dianggap tuhh menteri agama…buat apa jg para ustdz/dai di pisah2kan…jgn jd pemecah para dai/ustdz..ngaco aja nih kemenag..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)