Thursday, 21 June 2018

Menag Harusnya Bikin Suasana Teduh Bukan Bikin Gaduh

Menag Harusnya Bikin Suasana Teduh Bukan Bikin Gaduh

Effendi (FB)

Oleh: Edy A. Effendi*

Jakarta, Swamedium.com – Jawaban Menag @lukmansaifuddin di @tvOneNews terkait rekomendasi 200 ulama, terkesan penuh apologi. Jangan anggap orang salah paham karena tak membaca secara utuh berita tersebut. Kenapa menyalahkan pembaca? Kenapa tidak membesuk ke dalam? Katanya #MawasDiri

Masukan ormas Islam, masukan ormas yang mana? Sebutkan dong. Kalau momentumnya Ramadan, kenapa dirilis pas berbarengan Ramadan? Harusnya jauh-jauh hari dirilis ke publik. Mengundang ulama beken, dua atau tiga bulan sebelum hari H. UAS satu tahun saja sudah penuh.

Ormas Islam di Indonesia tak hanya NU dan Muhammadiyah. Banyak. Siapa saja yang memberi masukan. Kalau UAS dan Adi Hidayat gak masuk ke 200 ulama, atas masukan ormas apa? Apa pejabat Kemenag gak gaul? Tanpa masukan siapapun, UAS dan UAH layak masuk. Paham Menag @lukmansaifuddin?

Lebih baik jangan diteruskan rekomendasi ulama ini @lukmansaifuddin @Kemenag_RI. Jangan bikin gaduh. Nanti publik lagi disalahkan. Jelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019, bikin suasana damai saja. Kalau mau rilis lagi, rilis pendeta, biksu dan tokoh dari agama lain.

Suasana Ramadan, harusnya sekelas Menag @lukmansaifuddin @Kemenag_RI memberi rasa teduh bukan bikin gaduh. Coba renungkan dalam-dalam, apa manfaatnya membuat rekomendasi 200 ulama, yang terkesan sangat diskriminatif. Ini saya kritik bukan bully. Jangan dikit-dikit di-BAP. Males. (*)

*Penulis adalah wartawan senior, Akademisi/Dosen UIN Jakarta

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)