Thursday, 21 June 2018

Kapolri: Puncak arus mudik sudah lewat; Tol Cikampek Macet 20KM

Kapolri: Puncak arus mudik sudah lewat; Tol Cikampek Macet 20KM

Foto: Ruas Tol Jakarta-Cikampek dipadati pemudik, Jumat (23/6) dini hari pukul 02.30 WIB. (Tim Mudik Swamedium)

Cikarang, Swamedium.com — Kepadatan kendaraan pemudik terus mengalami peningkatan di ruas Tol Cikampek sejak malam hingga siang hari ini, Rabu 13 Juni 2018. Peningkatan kendaraan pada puncak arus mudik fase II ini, terlihat dari antrean kendaraan di pintu Tol Cikarang Utama.

Dari pantauan, peningkatan kendaraan sudah terjadi sejak malam hari. Titik kepadatan bahan telah terjadi sejak KM 7 atau sekitar wilayah Jati Bening.

Ketua Posko Harian Direktorat Jenderal Hubungan Darat Kementerian Perhubungan, Nurhadi Unggul Wibowo mengatakan, antrean kendaraan di pintu Tol Cikarang Utama, bahkan sudah terjadi hingga 20 kilometer.

“Cikarut (Cikarang Utama) kemacetannya dari KM 21 sampai KM 41, antreannya 20 kilometer. Kecepatan rata-rata sampai 10 km per jam,” katanya.

Sementara itu, menurut Humas PT Jasa Marga Tbk, Irwansyah, dari data yang telah masuk, ada peningkatan kendaraan yang jumlahnya mencapai 104 ribu kendaraan dari prediksi awal yang hanya 92 ribu kendaraan.

“Ada peningkatan 104 ribu kendaraan, dari 92 ribu yang diprediksi awal. Kepadatan mulai terjadi sejak pagi,” katanya.

Dijelaskan Irwansyah, hari ini memang dipastikan terjadi puncak kepadatan kendaraan. Akibat peningkatan volume kendaraan, pada titik macet, kendaraan hanya dapat dipacu 10-20 km per jam. Guna menghindari kemacetan panjang, contraflow terus dilakukan secara berkala sejak pagi hari.

Karena itu, pengguna jalan diminta untuk menghindari exit Cikarang Utama dan keluar dulu melalui pintu Cikarang Barat. Kepadatan di Cikarang utama ini disebabkan juga, karena penyempitan jalur setelah melewati pintu tol Cikarang Utama.

“Selain contraflow, kendaraan kita alihkan keluar Cikarang Barat 3 dan masuk lagi Cikarang Barat 1. Tak perlu khawatir tarif sama. Di Cikarut, antre karena dari 20 gardu kemudian menyempit menjadi empat jalur,” kataya.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)