Sunday, 21 October 2018

Pencipta Lagu #2019GantiPresiden Diancam Dipolisikan, Pembunuhan bagi Demokrasi

Pencipta Lagu #2019GantiPresiden Diancam Dipolisikan, Pembunuhan bagi Demokrasi

Oleh: Pradipa Yoedhanegara*

Tangerang, Swamedium.com — Adanya ancaman yang dilontarkan terhadap, “Pencipta lagu 2019 Ganti Presiden Jhon Sang Alang” oleh sekelompok orang, yang katanya adalah para mantan aktivis pro demokrasi diera 98 yang ikut menumbangkan rezim pemerintahan soeharto. Yang menurut mereka saat itu (para aktivis 98) rezim soeharto merupakan rezim yang anti terhadap demokrasi?? Kini prilaku yang mereka terapkan terhadap jhon sang alang adalah merupakan antitesa dari demokrasi yang pernah mereka teriakan dengan lantang diera 98.

Sebagai sebuah Hasil karya seni musik, “judul lagu 2019 Ganti Presiden yang diciptakan oleh Jhon Sang Alang”, merupakan karya seni musik terbaik sepanjang abad ini menurut pendapat pribadi saya, karena didalam syair dan musik tersebut terdapat rangkaian nada-nada yang sangat indah karena sang pencipta memiliki kemampuan aransement lagu yang begitu mumpuni, sehingga sebagai sebuah karya seni musik menjadi sesuatu yang enak untuk di nikmati.

Musik dan irama serta suara vokal dalam lyrik yang disusun oleh jhon sang alang dalam lagu 2019 Ganti Presiden memang mengandung kritik pedas terhadap rezim yang saat ini sedang berkuasa, namun sebagai sebuah seni musik, lagu tersebut demikian rupawan sehingga mengandung unsur irama yang begitu harmoni. Lagu dan keharmonisan tersebut terjadi sebagai akibat dari keindahan melodi suara yang dihasilkan dari alat-alat musik serta Lyrik yang tepat sesuai dengan keadaan kekinian, sehingga karya sang alang tersebut dapat menghasilkan irama yang harmonis dan lagu tersebut dapat diterima seluruh lapisan masyarakat.

Musik sebagai sebuah seni yang kemudian oleh beberapa musisi, dijadikan sebagai alat untuk mengkritisi rezim penguasa bukanlah barang baru dinegeri ini. Sudah banyak musisi sebelum jhon sang alang yang memberikan kritik tajam dan satir ditiap pemerintahan yang sedang berkuasa; seperti Iwan Fals, Franky Sahilatua, Doel Sumbang dan lain sebagainya. Karena melalui seni dalam bermusik mungkin kritik itu menjadi lebih indah dan popoler, sebab lebih banyak didengar oleh publik. Kritik para musisi ini semua mungkin terjadi sebagai akibat tidak berjalannya fungsi sosial kontrol yang ada didalam parlemen.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)