Wednesday, 14 November 2018

Menunggu Ijtima Ulama

Menunggu Ijtima Ulama

Oleh: M. Nigara*

Jakarta, Swamedium.com — “TUNGGU ijtima ulama!” Begitu kalimat pendek yang terus-menerus kita dengar, kita baca, dan dikeluarkan oleh ustadz-ustadz: Abdul Somad, Arifin Ilham, Haikal Hasan dan lain-lain terkait siapa pilihan kita untuk pilpres 2019 nanti.

Sekarang, kata mereka, kita boleh membayangkan siapa saja untuk kita pilih. “Tapi, begitu Imam Besar Habib Riziek Sihab menyebut dan mendukung seseorang, maka ke sanalah pilihan kita!” pungkas ustadz Haikal.

Ya, para ustadz itu betul. Kita, mayoritas umat islam, memang membutuhkan petunjuk dari para ulama. Kita yakin betul ulama bisa memberikan petunjuk yang terbaik. Dan, kita juga paham bahwa ulama tentu menentukan hanya berdasarkan alquran dan hadist. Jadi, keputusan ijtima diyakini akan menjadi penyelamat bangsa Indonesia. Insyaa Allah.

Akhir Juli
Setelah mengalami kesulitan untuk mencari tempat penyelengaraan, akhirnya ijtima bisa diselenggarakan akhir juli. Tampatnya pun masih ‘dirahasiakan’ untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

Ijtima awalnya akan diselenggarakan akhir Juni, lalu dimundurkan ke minggu kedua Juli. Lalu, karena belum memperoleh tempat besar untuk penyelenggaraan, alhamdulillah akhir Juli bisa juga diselenggarakan.

Rencananya ijtima akan diikuti sekitar 5000 ulama setanah air. Namun karena terkendala beberapa hal, maka peserta dibatasi menjadi 800-1500. Ini pun harus melalui seleksi yang amat ketat.

“Pake barkot tertentu dalam yang kita kirimkan? ” kata ustadz Slamet Maarif, ketua umum Persaudaraan Alumni 212. Oya, sebagai catatan dari Mekah saat ramadhan lalu, saat HRS dikunjungi oleh Pak Amien Rais dan Prabowo, diumumkan secara resmi bahwa organisasi yang boleh menggunakan embel-embel 212 hanyalah yang direstui HRS. PA 212 pimpinan ustadz Slametlah yang direstui. Untuk itu, istadz Sambo yang awalnya menjadi ketua Garda 212, melebur ke dalam PA 212 pimpinan ustadz Slamet.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)