Tuesday, 18 September 2018

Saat Allah Disepelekan

Saat Allah Disepelekan

Foto: Ilustrasi. (ist)

Oleh: Irene Radjiman

Wonosobo, Swamedium.com — Saat arus balik para pemudik sudah mulai sepi, kami sempatkan untuk bersilaturahmi pada keluarga saya yang muslim disebuah daerah di Wonosobo. Disana masih tinggal paman dan bibi saya (adik-adik dari almh. Ibu saya).

Bila berjalan-jalan di pelosok-pelosok desa wilayah kabupaten Wonosobo, akan banyak bertebaran masjid dan mushola, menandakan jumlah umat Islam yang banyak. Banyak juga bertebaran pondok pesantren.

Kabupaten Wonosobo diapit oleh gunung sindoro dan gunung sumbing. Udara yang sangat asri, sejuk dingin khas pegunungan langsung ramah menyapa saat kami melintasinya. Terlebih desa-desa yang kami kunjungi terletak di lereng gunung. Tidak heran bila jalan yang kami lintasi penuh dengan tanjakan curam, turunan curam, bahkan menanjak di tikungan yang curam dengan kanan kiri kita lihat jurang. WOW ! So excited !

Di rumah paman saya masih dibanjiri banyak tamu. Dari cerita-cerita para tamu saya jadi tahu bahwa santet, teluh dan sebagainya adalah hal yang sudah tidak asing lagi bagi mereka.

Bila dilihat daerah tersebut adalah daerah yang subur. Seharusnya masyarakat disana berkehidupan makmur. Namun ironisnya angka TKI / TKW sangatlah tinggi. Saya belum bisa menunjukkan angka pastinya, yang pasti dari cerita bibi saya di desa mereka saja sudah lebih dari 10 orang yang bekerja sebagai TKW. Mereka mengatakan sangat sulit mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang layak di desa mereka. Harga panen para petani sering kali tidak sepadan dengan biaya dan tenaga yang sudah mereka keluarkan. Saya hanya tertegun mendengar cerita itu. Bahkan info yang saya dapat dari penduduk setempat, untuk menjadi kuli panggul di pasar tradisional harus membayar 30 juta pada koordinatornya. Untuk menjadi tukang ojekpun ada uang iurannya. Subhanallah…. cukup kaget mendengar fenomena ini justru terjadi di daerah dengan tanah yang subur, air bersih berlimpah dan mayoritas Muslim. Ada apa ini ? Apa yang salah atau siapa yang salah ?

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)