Saturday, 22 September 2018

Alamat Tokonya Dicatut Pesta LGBT, Tukang Roti Bakar Lapor Polisi

Alamat Tokonya Dicatut Pesta LGBT, Tukang Roti Bakar Lapor Polisi

Margareta Rosita Chandradinata (MRC), pemilik toko roti bakar menjadi korban berita hoax datangi Mapolsek Andir, untuk melaporkan pencemaran nama baik dan berita bohong, Rabu (11/7).

Bandung, Swamedium.Com – Sebuah brosur yang berisi ajakan untuk menonton pesta LGBT yang akan berlangsung Sabtu 14 Juli 2018 pukul 22.00 WIB di Jl Gardujati No.14, Andir, Bandung menghebohkan warga. Yang lebih panik lagi, pemilik alamat sebab tiba-tiba didatangi intel.

Brosur bergambar (maaf –alat kelamin pria) itu, tersebar lewat lini massa WA, Instagram, Twitter dan lain sebagainya. Waktu penyebarannya hari ini Rabu (11/7).

Wartawan yang datang ke Mapolsek Andir untuk mengkonfirmasi berita tersebut, berjumpa dengan seorang wanita berbaju kaos merah berusia sekitar 57 tahun. Dia adalah Margareta Rosita Chandradinata (MRC), yang alamatnya dicatut untuk menyebarkan berita bohong alias Hoax, tersebut.

“Saya tiba-tiba didatangi intel polisi. Beliau bertanya, tentang kebenaran berita yang tersebar lewat lini massa itu. Karena tidak tahu apa-apa, apalagi tidak mengetahui adanya kabar yang menghebohkan tersebut. Saat itu juga, saya minta polisi mengirimkan brosur tersebut ke ponselnya, agar bisa dilaporkan sebagai tindakan pencemaran nama baik,” ujarnya kepada wartawan yang mengerumuninya di Mapolsek Andir, Rabu (11/7).

Besar harapan MRC, agar polisi bisa secepatnya menangkap pelaku pencemaran nama baik, dan pembuat berita bohong yang telah merugikan nama baik MRC sekaligus toko roti bakar rintisannya.

“Toko saya terbengkalai, waktu saya terbuang,” katanya.

MRC juga mengatakan tidak mungkin dirinya menggagas berita tersebut apalagi kegiatan berbau mesum tersebut akan dilakukan dirumah usahanya sendiri, tempat usaha yang telah dirintis sejak puluhan tahun lalu.

“Itu (makin dikenal) pikiran positif kami. Yang pasti, kami tidak tahu menahu dengan kegiatan itu. Kalau untuk pesta seperti itu (LGBT), tempat kami tidak memadai, kecil dan sempit. Apalagi di toko, kami merawat orang tua yang sudah sepuh, berusia 85 tahun,” ungkapnya. (Ris)

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)