Saturday, 22 September 2018

Erdogan, Islamisasi dan Sekulerisme

Erdogan, Islamisasi dan Sekulerisme

Foto: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Israel telah melanggar hukum internasional soal tindakan pengamanan di kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem. (ist)

Oleh: Bilal Ramonez*

Jakarta, Swamedium.com — Tahun 1924, setelah Badan Legislatif Turki mengangkat Mustafa Kamal Attaturk menjadi Presiden Turki, secara resmi Kekhalifahan Turki Ustmani (Ottoman Empire) dihapus. Tidak hanya menghapus kekhalifahan, Attaturk juga menghapus syariah Islam.

Dilanjutkan dengan mengganti hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum Italia, Jerman, dan Swiss, menutup sejumlah masjid dan madrasah, mengubah azan ke dalam bahasa Turki, melarang pendidikan agama di sekolah umum dengan dalih “membersihkan Islam dari campur tangan politik” , melarang kerudung bagi kaum wanita dan pendidikan terpisah, mengganti naskah-naskah bahasa Arab dengan bahasa Roma, pengenalan pada kode hukum Barat, pakaian, kalender, serta Alfabet, mengganti seluruh huruf Arab dengan huruf Latin.

Attaturk merubah Turki menjadi sekuler, tapi sekulerisme yang sangat ekstrim dan represif, belum pernah dipraktekkan di negara lain di muka bumi. Sebab, belum pernah ada negara yang melarang azan dengan bahasa Arab. Mungkin bisa diartikan bukan sekulerisme tapi memang Anti-Islam.

Lebih dari itu, Dewan Syariah dihapuskan, sumbangan keagamaan disita dan diletakkan di bawah kontrol pemerintah. Pondok-pondok sufi secara paksa ditutup, dan para hakim hukum Islam dipecat karena semua pengadilan syariah ditutup.

Ratusan masjid dihancurkan dan beralih fungsi menjadi pub dan kandang kuda
oleh penguasa Turki pada era 1923 hingga 1950.

Dalam sebuah diskusi lulusan Turki pernah bercerita, di masa rezim Sekuler Kemalis untuk berdakwah di kota-kota dilakukan bersembunyi-sembunyi seperti di dalam Taksi dengan cara berbincang-bincang, sementara di desa-desa bisa sedikit lebih longgar dilakukan di kebun-kebun atau ladang.

Kondisi Keislaman di Turki dapat sedikit demi sedikit berubah, ketika beberapa kali kekuasaan berhasil di rebut kaum Islamis hingga masuk ke zaman Erdogan.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)