Tuesday, 16 October 2018

Membongkar Modus Transfer Caleg Bertarif Milyaran Rupiah

Membongkar Modus Transfer Caleg Bertarif Milyaran Rupiah

Foto: Anggota Komisi V DPR RI, Nizar Zahro mengecam kehadiran Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang menghadiri acara peresmian penerbangan langsung Jakarta-Ho Chi Minh City oleh maskapai, VietJet Air. (ist)

Oleh: Moh. Nizar Zahro*

Jakarta, Swamedium.com — Memilukan !!!
Jelang pendaftaran Caleg DPR RI, mencuat isu transfer caleg dari parpol satu ke parpol lainnya. Tak tanggung-tanggung nilai transfernya mencapai Rp. 5 milyar hingga Rp. 10 milyar.

Adalah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang mengemukan pertama kali ke media. Kegerahan Zulkifli Hasan dipicu karena salah satu kadernya telah menjadi korban transfer politik.

Di depan awak media, Zulkifli Hasan menyebut nilai transfer Lucky Hakim mencapai Rp. 5 milyar.
Lucky Hakim mulanya adalah anggota DPR RI asal PAN.
Namun untuk Pemilu 2019, Lucky Hakim memutuskan berpindah ke Partai Nasdem.

Selain Lucky Hakim, masih banyak lagi anggota DPR RI yang menyeberang ke Partai Nasdem.
Kabarnya, kepindahan tersebut diiringi dengan guyuran uang milyaran rupiah sebagaimana yang dituturkan oleh Zulkifli Hasan dalam kasus kepindahan Lucky Hakim.

Partai Nasdem dan Lucky Hakim telah membantah pernyataan Zulkifli Hasan.
Sekjen Nasdem menyatakan bahwa kepindahan sejumlah anggota DPR RI ke Partai Nasdem sama sekali tidak diiming-imingi duit.

Sekeras apa pun bantahan yang disampaikan, tidak akan mampu menghapus desas-desus yang terlanjur tersebar luas. Apalagi baik Nasdem maupun Lucky Hakim tidak menuntut Zulkifli Hasan. Padahal pernyataan Zulkifli Hasan merupakan tuduhan yang telak.

Jika dianalisis secara seksama, fenomena transfer yang dibarengi nominal hingga milyaran rupiah sebenarnya masuk akal juga. Ketentuan Parliamentary Threshold yang mencapai 4 persen, menuntut parpol level menengah untuk bekerja lebih keras agar tetap bisa masuk ke Senayan.

Sangat riskan bila usaha lolos dari PT 4 persen tersebut dimulai dari nol. Waktu yang mepet akan sulit mencetak kader hebat.
Maka solusi tercepat adalah dengan membajak sosok yang sudah menjadi anggota DPR.
Karena seorang anggota DPR dipastikan sudah memiliki basis dukungan yang kuat.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)