Monday, 18 February 2019

Kisah Ultimatum Lembaga Adat Melayu Riau Terhadap Pengadangan Neno Warisman

Kisah Ultimatum Lembaga Adat Melayu Riau Terhadap Pengadangan Neno Warisman

Oleh: Arifin Mufti*

Jakarta, Swamedium.com — Beruntung dengan teknologi, saya bisa berteman dengan para jurnalis dunia (independent, investigative journalist) seperti Vanessa Beeley dari Inggris yang biasa ke Timur Tengah (Suriah) untuk laporan investigasi, Marwah Oman dari Libanon ahli tentang Eropa dan jurnalis lokal yang bergabung pada Indonesia Times, Moslem Today atau daerah, misalnya “Transmediariaucom” – sehingga informasi masuk cepat dan akurat.

Dalam kasus penghadangan NW di Bandara Pekanbaru, misalnya, laporan detil dan akurat dilengkapi video, diantaranya ditembuskan ke Wakil DPR, Presiden ILC dan sejumlah tokoh Nasional.

Sejumlah anggauta DPR tahu benar apa yang sebenarnya terjadi hari Sabtu 25/8 di Bandara Pekanbaru, karena “update” dari daerah (TKP).

Itu juga saya paham, mengapa tiba-tiba program tayang live ILC Selasa malam (27/8) tiba-tiba diumumkan batal karena alasan TEKNIS (keamanan nara sumber dan penyelengggara tidak bisa dijamain).

Klasifikasi : Sedang – rumit.

Di Riau ada yang Lembaga Berwibawa namanya LAM, atau Lembaga Adat Melayu yang berperan atas harmonisasi sosial di lingkungan masyarakat Melayu Riau.

LAM pada hari Minggu malam memberi ultimatum terhadap para PENGHADANG dan pelaku PERSEKUSI NW pada Sabtu (25/8) hingga batas waktu empat hari kedepan untuk mengklarifikasi “siapa mereka”, dari mana, siapa yang memobilisasi dan mengapa berani mengatasnamakan warga Melayu Riau (Moslem Today).

Para penghadang NW yang bertato dan sebagian bersenjata di Bandara adalah orang luar daerah Riau, umumnya Timor atau Flores. Istilah LAM diduga, tetapi belakangan menyebutnya “preman”.

LAM mengetahui bahwa para penghadang NW datang dari luar daerah, siapa yang mengerahkannya dan mengapa aparat membiarkannya ?

Akhirnya, karena masalahnya sensitif, Kapolda Riau mendadak silaturahmi ke LAM pada hari Senin siang (26/8), paska Ultimatum terhadap penghadang NW oleh LAM.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)