Tuesday, 19 February 2019

YLKI Beri Catatan soal LRT Palembang

YLKI Beri Catatan soal LRT Palembang

Foto: Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. (ist)

Palembang, Swamedium.com — Kunjungan kerja Menteri Negara BUMN, Rini Soemarno, ke Palembang, Sumatera Selatan pada Kamis (30/8) salah satunya adalah mengunjungi LRT Palembang, khususnya depo LRT dan juga mencoba naik LRT, dari Stasiun Jakabaring menuju Stasiun Palembang Icon. 

Turut dalam kunjungan kerja itu adalah Ketua Pengurus Harian, Tulus Abadi, serta Dirut/Direktur BUMN, pengamat dan jurnalis.

“Ada beberapa “catatan ringan” untuk LRT Palembang. Pertama, depo LRT tampaknya belum mempunyai peralatan yang cukup, seperti lifting (untuk menarik gerbong), dll. Bagaimana mungkin sebuah depo tidak mempunyai peralatan yang cukup?,” kata Tulus, lewat keterangan tertulisnya, Kamis (30/8).

Kedua, saat kereta akan berhenti di stasiun, dan mengerem, bunyi remnya berderit cukup keras. Suara derit ini dipertanyakan konsunen, ini ada apa? 

“Yang ketiga, pengeras suara di dalam kabin kereta, tidak terlalu di jelas. Sehingga informasi tentang pemberhentia n stasiun tidak jelas terdengar oleh penumpang. Apalagi kalah oleh suara derit rem, dan suara berisik kereta,” ujar Tulus.

Keempat, di dalam kabin kereta belum ada peta perjalanan secara komplit, sebagaimana peta perjalanan di KRL Jakarta;

Kelima, jembatan penyeberangan orang di stasiun Jakabaring terlalu panjang. Ini bisa mengakibatkan calon konsumen mengurungkan niat naik KRL. Apalagi karakter orang Indonesia malas jalan kaki.

“Semoga lekas ada penyempurnaan sehingga LRT Palembang menjadi sarana transportasi yang handal bagi warga Palembang,” pungkas Tulus.

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)