Wednesday, 12 December 2018

Formasi CPNS 2018, DPRD Jabar : Mendukung Perjuangan KNASN

Formasi CPNS 2018, DPRD Jabar : Mendukung Perjuangan KNASN

Foto : Guru honorer demo dengan mengenakan seragam SD di depan Istana Merdeka, Rabu (10/2/2016). (istimewa)

Bandung, swamedium.com – Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari mendukung sepenuhnya perjuangan Komite Nasional Aparatur Sipil Negara (KNASN) yang menginginkan revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) segera disahkan.

Legislatif, tambah Ineu juga merekomendasi agar Tenaga Honorer di Provinsi Jawa Barat untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

”Kami DPRD Jabar tentunya akan mendukung KNASN dan turut mendesak UU ASN segera direvisi,” tuturnya, Rabu (12/9).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN, Mohammad Ridwan menjelaskan penerimaan CPNS Tahun Anggaran resmi dibuka pada 19 September 2018 dengan total formasi, 238.015 –terdiri dari 51.271 instansi pusat dan 76 kementerian atau lembaga serta 186.744 atau 525 instansi daerah.

”Sistem pendaftaran dan seleksi CPNS 2018 akan dilakukan secara terintegrasi melalui portal nasional via http:sscn.bkn.go.id dan tidak ada pendaftaran melalui portal mandiri atau instansi. Selanjutnya proses seleksi akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CA BKN) baik untuk pelaksanaan Seleksi Komputer Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB),” tuturnya.

Ketua Forum Honorer K-2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih mengatakan, formasi yang ditetapkan pemerintah tidak adil. Dia menyebutkan, 90 persen tenaga honorer K-2 terdiri atas orang-orang berusia di atas 35 tahun. ”Jauh dari harapan,” ucapnya.

Menurut Mariani , revisi UU ASN khususnya Pasal 131 A ini sangat penting dan bagi KNASN sebagai salah satu upaya memperjuangkan para pegawai non-PNS yang sudah lama mengabdi dan terancam tidak bisa diangkat menjadi PNS karena terbentur aturan yaitu, setiap CPNS harus mengikuti ujian dengan batas usia hanya 35 tahun.

”Padahal fakta di lapangan banyak pegawai non-PNS yang sudah lama mengabdi berpuluh-puluh tahun tentu akan secara otomatis tidak bisa ikut CPNS karena dalam aturan ASN tersebut CPNS harus mengikuti seleksi masuk seperti biasa,” terangnya. (Ris)

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)