Wednesday, 14 November 2018

Jokowi Harus Turun

Jokowi Harus Turun

Oleh: Tony Rosyid*

Jakarta, Swamedium.com — Era Presiden SBY dan sebelumnya, demo mahasiswa selalu ramai. Masa Orde Baru pun juga banyak demo. Mahasiswa paling getol. BBM naik, demo. Listrik naik, turun ke jalan. Dolar naik, presiden diturunkan. Pak Harto salah satu korbannya. Kenapa sekarang jadi sepi? Apakah mahasiswa sudah tak peka? ciut nyalinya? Melempem seperti kerupuk yang habis kehujanan, jatuh ke tanah, lalu diinjek gerombolan parade sapi yang sedang jogging?

Ah, kata siapa mahasiswa melempem? Tidak! Demo mahasiswa tetap ramai, bergairah. Terjadi di hampir setiap kampus. Anda saja yang gak denger beritanya. Karena media tak mengeksposnya.

Masih ingat ada kerbau jadi peserta demo di depan istana? Mahasiswa bebas berteriak, dan media leluasa meliput. Saat itu presidennya SBY. Peristiwa yang hampir mirip juga terjadi di era presiden sebelumnya. Termasuk di era Gus Dur. Bahkan Gus Dur legowo dijatuhkan dan melepas jabatannya sebagai presiden. Demi memenuhi tuntutan demonstran. Gentle.

Apakah Gus Dur terlalu lemah untuk membubarkan demonstran? Tidak! Pengakuan Mahfudz MD, Gus Dur bisa selamat jika mau berkompromi dengan sejumlah pihak. Tapi, idealisme Gus Dur kokoh. Lebih baik jatuh dari pada kehilangan prinsip dan idealismenya. Ini baru TOP. Presiden teladan.

Sebagai seorang demokrat sejati (bukan partai Demokrat atau Demokrasi), tidak saja perbedaan agama dan pendapat yang bebas di era Gus Dur, pers juga sangat terbuka untuk ekspos apa saja.

Era Gus Dur sudah lewat. Beliau sekarang tenang di alam sana dengan doa jutaan rakyat Indonesia yang mengagumi dan mewarisi jasanya. Sekarang, media, terutama TV maenstrem, tak sebebas zaman Gus Dur. Semua seolah bungkam. Tak bernyali untuk liput demo. Apalagi demo mahasiswa.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)