Wednesday, 14 November 2018

Prabowo – Sandi Bakal Hadir di Ijtima Ulama II

Prabowo – Sandi Bakal Hadir di Ijtima Ulama II

Jakarta, Swamedium.com – Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak memastikan Ijtima Ulama jilid II akan digelar pada Minggu, 16 September 2018 mendatang. Yusuf mengatakan Ijtima Ulama jilid II ini digelar dengan semangat pergantian presiden terkait Pilpres 2019.

Yusuf menjelaskan tujuan Ijtima Ulama yang digelar kedua kalinya ini hanya untuk memastikan peran ulama dalam dukungan untuk pasangan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, serta komitmen keduanya atas kesepakatan dari hasil Ijtima.

“Yang dibahas yakni pasangan yang sudah ditetapkan yaitu Prabowo-Sandi. Ijtima itu diadakan dengan semangat pergantian presiden. Jadi jangan ada yang tanya soal geser dukungan. Enggak ada,” kata Yusuf di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

Kegiatan yang akan dilaksanakan satu hari penuh itu, kata Yusuf, sedikitnya akan mengundang 1000 orang ulama dan tokoh nasional. Prabowo-Sandi pun dipastikan akan ikut hadir bersama sejumlah sekjen partai koalisinya di acara ini.

“Sudah konfirm ya Pak Prabowo dan Pak Sandi akan hadir,” kata dia.

Nantinya para ulama akan membahas sejauh mana peran mereka utuk memenangkan pasangan ini serta komitmen dari Prabowo dan Sandi. Jika kedua pihak sudah setuju maka akan diakhiri dengan penandatanganan pakta integritas oleh pasangan calon Presiden.

“Tampung dan terima (masukan para ulama) serta putuskan sejauh apa akan berikan dukungan dan komitmen yg akan diberikan ulama dimana nantinya paslon juga akan berikan komitnya dengan tanda tangani pakta integritas,” kata dia.

“Kalau semua sudah terjadi, insya Allah akan terjalin dengan baik,” katanya.

Meski begitu, Yusuf mengaku belum bisa memberi tahu tempat pasti pelaksanaan Ijtima Ulama jilid II ini. Yang jelas, terkait waktu dan tempat akan segera disampaikan.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)