Wednesday, 21 November 2018

Polisi Didesak Tangkap Pelaku Persekusi Terhadap Gus Nur

Polisi Didesak Tangkap Pelaku Persekusi Terhadap Gus Nur

Solo, Swamedium.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pembela Islam Terpercaya (Pelita Umat) ikut menanggapi kasus persekusi yang dilakukan sekelompok oknum dari ormas Banser dan Pagar Nusa di Masjid Al Huda Talpitu, Karangpandan, Karanganyar, Jumat (15/9) lalu.

Ketua LBH Pelita Umat, Ahmad Khozinudi mendesak aparat kepolisian untuk segera melakukan tindakan penyelidikan dan mengusut tuntas pelaku pembubaran pengajian.

“Serta segera melakukan langkah-langkah untuk segera membuat rekomendasi pembubaran ormas dan memproses secara pidana terhadap ormas yang telah melakukan tindakan kekerasan dan mengambil alih peran dan fungsi penegak hukum,” ungkapnya dalam pesan siar yang diterima, Sabtu (16/9).

“Sebagaimana diatur dalam pasal 59 ayat (3) huruf c dan d, Jo. Pasal 60, UU No. 16 tahun 2017 tentang Pengesahan Perppu No. 2 tahun 2017 tentang Perubahan UU No 17 Tahun 2013 Tentang Ormas menjadi UU. Aparat penegak hukum, wajib menjamin keamanan dan memberi rasa aman setiap warga negara dalam menjalankan aktivitas dakwah yang telah dijamin konstitusi,” imbuh Ahmad.

Lebih lanjut, Ahmad meminta agar oknum dari Banser dan Pagar Nusa tersebut menghentikan persekusi terhadap sejumlah penceramah yang mereka anggap tak sejalan dengan ideologi Pancasila. Menurutnya, jika memang isi ceramah dari Gus Nur tersebut dianggap tak sejalan dengan Pancasila, maka kewenangan polisilah yang berhak menghentikan kegiatan pengajian tersebut.

Ahmad juga meminta pengurus Banser dan Pagar Nusa Karanganyar untuk meminta maaf di hadapan publik atas tindakan persekusi itu.

“Mengutuk dan mengecam keras tindakan pembubaran pengajian yang dilakukan oleh Oknum Ormas Banser dan Pagar Nusa, dan segera meminta Pengurus Ormas Banser dan Pagar Nusa untuk memberi klarifikasi sekaligus meminta maaf secara terbuka dihadapan publik,” paparnya

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)