Friday, 16 November 2018

Habib Rizieq Dicekal, GNPF Minta DPR Panggil Pemerintah

Habib Rizieq Dicekal, GNPF Minta DPR Panggil Pemerintah

Jakarta, Swamedium.com — Tim advokasi GNPF – Ulama mendatangi pimpinan DPR di Gedung Nusantara 3 lantai 3, Jakarta, Selasa (25/9). Kedatangan mereka ke DPR untuk mengadukan pencekalan Imam Besar Habib Rizieq Shihab kembali ke Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut tim advokasi GNPF Ulama diwakili Munarman, Ahmad Michdan, Damai Hari Lubis, Ali Alatas, dan Nasrullah Nasution. Sedangkan pimpinan DPR diwakili Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Nasrullah Nasution menyampaikan kepada Fadli, kronologi sejak awal Habib Rizieq berada di Arab Saudi hingga pencekalan yang saat ini terjadi.

“Beliau tinggal disana secara legal dan selama ini tidak mengalami permasalahan berarti. Berdasarkan informasi yang kami Terima dari rekan-rekan di Saudi termasuk intelijen, permasalahan mulai agak meruncing, setelah Habib Rizieq menerima SP3 atas kasusnya, dan beliau bertemu dengan Prabowo dan para Ulama,” jelas Nasrullah.

Sejak itu, ungkap dia, Habib Rizieq mulai sulit bergerak, saat akan berangkat ke Malaysia untuk menyelesaikan program Doktoralnya, Habib Rizieq dicegah, tidak boleh keluar dari Arab Saudi, sementara anggota keluarga beliau yang lain tidak ada masalah.

“Sampai detik ini beliau tidak dideportasi. Kalau memang ada kesalahan di Arab Saudi pasti dideportasi, tetapi ini tidak,” tukas dia.

Nasrullah mencurigai ada pihak-pihak yang mencegah Habib Rizieq untuk pulang ke Indonesia. “Padahal sebagai warga negara Indonesia harus mendapat perlindungan, baik di dalam maupun di luar negeri. Harusnya negara memberikan advokasi,” tegas dia.

Nasrullah juga membeberkan bahwa Ketua Dewan Pembina GNPF Ulama itu, pernah diinterogasi mulai pukul 23.00 sampai pukul 04.00 besoknya. “Ditanya macam-macam, sementara Kemendagri dan Imigrasi Arab Saudi menyatakan tidak ada masalah apa-apa,” ujar dia.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)