Monday, 22 October 2018

Anies Nekad Membunuh Naga

Anies Nekad Membunuh Naga

 

Sikap Anies ini benar-benar menantang arus. Di saat para kepala daerah ramai-ramai menyatakan kebulatan tekad mendukung inkumben, dia malah “mencari” gara-gara dengan teman dekat para penguasa. Selain masalah hukum, Anies juga pasti akan menghadapi perlawanan politik.

Oleh : Hersubeno Arief

Jakarta, Swamedium.com — “Nyali itu beda dengan nyaring,” ujarAnies Baswedan suatu hari tak lama setelah dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. Orang yang sering berteriak-teriak, tukang marah-marah, belum tentu dia seorang pemberani yang bernyali. Sebaliknya orang yang banyak senyum, bukan berarti dia seorang penakut.

Anies telah membuktikan hal itu. Secara mengejutkan Anies baru saja mengumumkan mencabut izin prinsip13 pulau reklamasi. Sebelumnya Anies juga telah menyegel tiga pulau yang telah dibangun. Di atas pulau itu bahkan sudah berdiri berbagai bangunan perumahan, perkantoran, dan pertokoan.

Bagi yang sudah lupa, atau pura-pura lupa, perlu diingatkan bahwa pembangunan pulau reklamasi dimulai pada akhir Oktober 2015. Pada saat itu yang menjadi Gubernur DKI adalah Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Menko Maritim yang saat itu dijabat oleh Rizal Ramli meminta agar dilakukan kajian menyeluruh sebelum dimulai pembangunan.

Pada akhir September 2015 Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti mengkaji penghentian sementara (moratorium) reklamasi. Reklamasi diusulkan hanya untuk pelabuhan, bandara, dan listrik. Di luar itu tidak boleh ada reklamasi untuk hotel, apartemen, mal, dan sebagainya.

Moratorium tersebut tidak menghentikan pembangunan beberapa pulau reklamasi. Pemprov DKI mempersilakan pembangunan jalan terus.
Pemerintah pusat melalui Rizal Ramli akhirnya menghentikan reklamasi karena pemerintah DKI belum melengkapi sejumlah dokumen.

Di tengah tarik menarik kepentingan tersebut Juli 2016 Rizal Ramli dicopot dari jabatannya. Dia diganti oleh Luhut Panjaitan. Setelah itu pembangunan reklamasi seakan tak terbendung.
Pada April 2017 pasangan Anies-Sandi memenangkan Pilkada DKI. Salah satu janjinya adalah menghentikanreklamasi. Namun sebelum Anies-Sandi dilantik, Presiden Jokowi mendahuluinya dengan menyerahkan sertifikat Pulau C dan D yang sudah dibangun.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)