Wednesday, 12 December 2018

Kisah Seorang Nasrani di Kamp Pengungsian Palu yang Ditolong FPI

Kisah Seorang Nasrani di Kamp Pengungsian Palu yang Ditolong FPI

“Alangkah dzalim nya saya ketika melihat sesama makhluk Tuhan menderita, Tetapi kami tak kuasa berbuat apa apa”

Palu, Swamedium.com – Kisah Martinus Rivano, Palu.
.
Malam itu anak kami yang baru berusia 14 bulan terus menangis.
Karena sudah hampir 2 hari belum makan atau minum susu sama sekali.
Hanya asi dari ibunya dan itu pun sudah tak keluar lagi karena ibunya juga sudah hampir 2 hari tak makan apapun.

Kondisi anak kami benar benar sudah lemah,, Badan nya panas,, Pun istri kami yang ikut menangis melihat kondisi anak semata wayang kami yang terus menerus menangis tanpa suara.

Kami tak bisa berbuat apa apa karena kondisi dan logistik yang susah didapatkan.

Waktu itu sekitar pukul 21.30 ada 4 orang berseragam putih-putih lewat didepan tenda kami,, Mungkin karena mendengar tangisan anak kami mereka menghampiri kami.

Mereka bertanya tentang kondisi kami sambil mengamati keadaan sekitar kami, Terutama kalung salib yang tergantung dileher anak kami.

Ketika salah seorang dari mereka mengambil hp dan menyenteri keadaan sekeliling kami, Jantung ini seakan berhenti berdenyut, Inilah laskar FPI yang selalu kami musuhi, Apa yang akan mereka lakukan pada kami !!??

Seribu pikiran ketakutan melayang layang dibenak kami.
Ketakutan kami semakin menjadi jadi ketika 2 orang dari mereka pamit mau ke kamp mereka sebentar.
Hanya tinggal 2 orang yang masih berjaga jaga disekitar kami.

Tak lama kemudian datanglah 2 orang yang tadi bersama teman temannya sekitar 13 orang sambil memanggul barang.

Mereka menghampiri kami lalu menyerahkan bahan makanan yang lumayan banyak termasuk susu buat anak kami dan beberapa roti dan air mineral dan membagikan kepada tetangga yang dekat dengan kami.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)