Monday, 22 October 2018

Rentenir Yahudi Kapitalis IMF dan World Bank, Berbahaya Bagi Indonesia

Rentenir Yahudi Kapitalis IMF dan World Bank, Berbahaya Bagi Indonesia

Oleh: Ahmad Khozinudin, S.H.

Jakarta, Swamedium.com – Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menbuat pujian semu dengan menyebut ekonomi Indonesia sangat baik dibawah kendali Presiden Joko Widodo (Jokowi). Karenanya, ia menyebut Indonesia tidak membutuhkan pinjaman IMF.

“Pinjaman dari IMF bukan pilihan, karena ekonomi Indonesia tidak membutuhkannya. Ekonomi Indonesia dikelola dengan sangat baik oleh Presiden Jokowi, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan rekan-rekan mereka,” ujarnya dalam keterangan resmi (9/10).

Pernyataan ini belumlah final, sebab yang perlu di ukur adalah kebijakannya bukan pernyataannya. Penegasan direktur IMF ini perlu dikonfirmasi oleh waktu. Pernyataan ini bisa berubah setiap saat, sebagaimana pernyataan Ratna Sarumpaet yang berubah dan menimbulkan hoax.

Pernyataan direktur IMF ini bisa sekedar hoax pencitraan untuk melindungi IMF dan muka rezim, ditengah kritik keras oleh banyak kalangan atas diselenggarakannya pesta mewah dan super megah agenda Anual meeting IMF – WBA di Bali, ditengah musibah yang melanda NTB, Palu dan Donggala. IMF perlu untuk membuat pernyataan yang menetralisir keadaan disaat agenda Anual meeting IMF – WB menuai banyak kecaman.

Terpisah, Bank Dunia (WB) menyatakan komitmen akan mengucurkan pinjaman bernilai US$924,6 juta atau setara Rp13,86 triliun (kurs Rp15 ribu per dolar AS) untuk program pembangunan di Indonesia. Ada enam program pembangunan yang akan dibiayai dengan utang Bank Dunia tersebut.

Pertama, peningkatan pengelolaan limbah padat di kota-kota besar di Indonesia. Untuk program ini, Bank Dunia berkomitmen memberi pembiayaan sebesar US$100 miliar atau 52 persen dari total kebutuhan proyek senilai US$192 miliar.

Kedua, program pengelolaan air limbah di perkotaan milik Kementerian PUPR. Bank Dunia akan memberi komitmen 100 persen senilai biaya yang dibutuhkan mencapai US$200 miliar.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)