Monday, 22 October 2018

Sandiaga Bertekad Jadikan Indonesia Pusat Syiar Islam Dunia

Sandiaga Bertekad Jadikan Indonesia Pusat Syiar Islam Dunia

Sandiaga Uno Silaturahmi ke kediaman habib ali bin abdurrahman assegaf di tebet utara, tebet, jakarta selatan (selasa, 27/6).

Jakarta, Swamedium.com – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno berjanji bakal menjadikan Indonesia sebagai pusat syiar Islam dunia bersama Prabowo Subianto jika terpilih pada Pemilihan Presiden 2019.

“Kami komitmen, jika Prabowo-Sandi mendapat amanah, kami akan pastikan Indonesia menjadi tempat mercusuar syiar Islam di dunia,” ujar Sandi usai bertemu dengan pengurus Sarekat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) di Restoran Al-Jazeerah, Menteng, Jakarta, Kamis (4/10).

Sandi mengatakan bakal berupaya agar mufti (ulama) dari Timur Tengah, Afrika Selatan dan negara lainnya turut berdakwah di Indonesia. Tentunya, kata dia, dakwah-dakwah yang menghadirkan kesejukan.

Selain menjadikan Indonesia sebagai pusat syiar Islam dunia, Sandi juga ingin membantu para pemuda Islam dalam rangka mengembangkan bisnis di dalam negeri.

Menurutnya, konsep itu juga bermanfaat bagi pengembangan industri nasional.

Kata dia, selama ini pemerintah cenderung memanjakan pelaku usaha impor. Sudah saatnya industri dalam negeri lebih diperhatikan agar perekonomian nasional menjadi lebih kuat. Salah satunya dengan memberi ruang dan membantu pemuda Islam mengembangkan bisnisnya di dalam negeri.

“Mendorong kebangkitan pemuda Islam,” kata sandi.

Sandi lalu mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Karenanya, Indonesia mesti memainkan peran yang lebih dominan di kancah internasional.

“Utamanya di bidang ekonomi,” imbuh Sandi.

Baca berita lain mengenai Prabowo-Sandi di 2019gantipresiden.org

Isu Perempuan

Sandiaga juga berjanji akan memerhatikan isu perempuan, terutama soal kekerasan terhadap perempuan. Sandi mengatakan hal itu setelah melihat reaksi berbagai pihak yang menaruh perhatian terhadap drama penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Meskipun, kenyataannya kasus penganiayaan tersebut merupakan hoaks atau kabar bohong.

“Saya juga mensyukuri bahwa isu kekerasan terhadap perempuan itu sekarang ada di tengah masyarakat,” kata Sandi.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)