Tuesday, 19 February 2019

Polisi “Mengganggu” Muktamar Pemuda Muhammadiyah?

Polisi “Mengganggu” Muktamar Pemuda Muhammadiyah?

Virgo Sulianto Gohardi

Jakarta, Swamedium.com – Muktamar Pemuda Muhammadiyah merupakan permusyawaratan tertinggi dalam organisasi Pemuda Muhammadiyah yang dilaksanakan 4 tahun sekali. Tahun 2018 ini Muktamar Pemuda Muhammadiyah akan digelar di Yogyakarta pada 25-28 November 2018.

Salah satu agenda penting dalam Muktamar kali ini adalah Memilih Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Periode 2018-2022 untuk menggantikan Dahnil Anzar Simanjuntak yang akan habis masa jabatannya.

“Saat ini terdapat 6 orang Bakal Calon Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, mereka akan ditetapkan sebagai Daftar Calon Tetap pada Sidang Tanwir Pra Muktamar dan dilakukan Pemilihan pada Sidang Muktamar,” kata Ketua Panitia Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah Tahun 2018, Virgo Sulianto Gohardi, melalui rilisnya, Selasa (16/10).

Virgo mengatakan, meski terdapat persaingan politik dalam pemilihan Ketua Umum, selama ini Muktamar selalu berada dalam suasana gembira. Diungkapkan Virgo, pada tahun ini, kegembiraan tersebut nampaknya ada gangguan yang mengancam kegembiraan dan demokrasi yang sehat.

“Setidaknya dalam waktu seminggu lebih ini Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah bahkan Pimpinan Cabang mendapatkan telepon dan atau kedatangan kunjungan dari pihak Kepolisian yang menanyakan perihal Muktamar Pemuda Muhammadiyah,” ungkap Virgo. Disebutkan dia, pertanyaan pihak kepolisian itu mulai dari jumlah peserta, kapan berangkat ke Yogya, sampai menyebutkan calon yang didorong didukung.

“Kondisi ini bagi kami sesuatu yang mengkhawatirkan karena sebelumnya hal ini tidak pernah terjadi. Hal hal yang ditanyakan juga sangat sensitif,” ujar Virgo.

“Kondisi ini bagi kami meresahkan ada apa dengan Muktamar Pemuda Muhammadiyah sehingga pihak Kepolisian secara aktif menghubungi seluruh jaringan organisasi Pemuda Muhammadiyah,” tukas Virgo.

Dijelaskan dia, dalam sejarah Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah upaya intervensi seperti ini pernah terjadi dijaman orde baru, namun, kata Virgo, jamaah Muhammadiyah selalu konsisten menolak model-model intervensi yang merusak seperti itu.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)