Friday, 16 November 2018

Sejumlah Ormas di Jawa Tengah Merapat ke Kubu Prabowo-Sandi

Sejumlah Ormas di Jawa Tengah Merapat ke Kubu Prabowo-Sandi

Direktur Materi Debat Kampanye Prabowo-Sandi, Sudirman Said (kedua dari kiri) menghadiri deklarasi pemenangan Prabowo-Sandi di Kebumen, Ahad (14/10)

Kebumen, Swamedium.com — Pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat dukungan dari sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Jawa Tengah.

Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Kebumen mendeklarasikan dukungan untuk memenangkan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Ahad (14/10).

Ormas yang terdiri dari Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI), Jaringan Ustaz, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Bina Insani, Milenial Kebumen, dan komunitas lainnya itu lantas mendeklarasikan diri sebagai sukarelawan Prabowo-Sandi (Padi) di Jl. Yos Sudarso Timur, Desa Kedungpuji, Kecamatan Gombong, Kebumen.

Deklarasi tim pemenangan Prabowo-Sandi di wilayah Kedu Raya itu turut dihadiri Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan, dan Direktur Materi Debat Kampanye, Sudirman Said.

Sudirman mengatakan sangat mengapresiasi kerja keras para sukarelawan di Kebumen dan Kedu Raya dalam proses pemenangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

“Kami apresiasi kerja keras sukarelawan dalam Pilgub Jateng kemarin, karena di Kebumen bisa menang dengan perolehan 56%. Tentu momentum baik itu bisa kita lanjutkan pada Pilpres 2019,” ujar Sudirman dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Minggu.

Dalam kesempatan itu, Sudirman juga menyebutkan alasan perlunya pergantian presiden pada 2019. Ia menganggap pemerintah saat ini telah gagal, menyusul terpuruknya perekonomian.

“Dari 15 indikator pencapaian pembangunan nasional, saat ini hanya satu yang tercapai, yakni menjaga inflasi. Sementara target-target lain tidak,” imbuh Sudirman.

Sudirman juga menyebut masalah utang dan nilai tukar rupiah yang rendah menjadi bukti gagalnya pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

“Kata siapa dolar naik tak berpengaruh, tempe dibeli dengan dolar. Sebagian besar kedelai impor, ini tentu sangat berefek terhadap rakyat kecil,” imbuh mantan Cagub Jateng 2018 itu.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)