Friday, 16 November 2018

Buku Merah Akan Gugat KPK Soal Pencemaran Nama Baik

Buku Merah Akan Gugat KPK Soal Pencemaran Nama Baik

Foto: Asyari Usman. (Facebook Asyari Usman)

Oleh: Asyari Usman*

Jakarta, Swamedium.com – Di seluruh Indonesia, diperkirakan ada jutaan buku tulis warna merah. Ukuran kecil dan besar. Kemarin, ormas yang menamakan diri Kompi Persaudaraan Buku Merah Garang (Pisau Bumerang) mengeluarkan press release bahwa mereka akan mengajukan gugatan pidana dan perdata terkait pencemaran nama baik buku merah (Bumer).

Pisau Bumerang, yang kemudian disingkat lagi menjadi Pirang, akan mendatangi Bar Es Krim Interpol. Untuk itu, Pirang akan menyewa pengacara panas internasional, Hot Man Pa Aris.

Mereka menyalahkan KPK atas penjelekan nama baik Bumer.

Sejak terpapar bahwa mereka, para Bumer, dijadikan tempat mencatat aliran dana dari Busuki kepada banyak pejabat penting, semua buku merah merasa gelisah. Sebab, nama mereka disebut jutaan kali di media massa dan media sosial. Mereka mengatakan para pembeli dalam beberapa hari ini menghindari buku warna merah.

Mereka dirugikan secara komersial dan juga moril. Oleh sebab itu, Pirang akan melaporkan Komisi Penyubur Korupsi (yang kebetulan juga disingkat KPK) dan Busuki Harimau ke Interpol.

Mengapa ke Interpol? Karena Pisau Bumerang tak ingin barang bukti mereka dirusak oleh penyidik. Mereka kapok dengan pengalaman pahit saudara mereka, Bumer, yang dirobek di Lantai 9. Kalau mengadu ke Interpol, diharapkan tak terjadi lagi perusakan barang bukti.

Mereka akan langsung ke Mabes Interpol di Paris. Sebab, Pirang tak percaya dengan Mabes lokal. Kalau Mabes buatan luar negeri ada jaminan kualitas asli. Tidak seperti Mabes lokal yang umumnya palsu.

Pisua Bumerang menuntut agar Lembaga Konsumen (Lakon) melakukan kampanye rehabilitasi nama baik Bumer. Lembaga ini diminta untuk menjelaskan kepada publik bahwa Bumer tidak terlibat kejahatan korupsi. Yang jahat adalah orang-orang yang namanya tertera di buku merah. Bukan buku merahnya yang bejat.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (1)

1 Comment

  1. Anonymous

    Dengan viral nya BUMER, ssyapun ikut panik, karena sekarang setiap ada kegiatan rapat saya tidak berani membawa buku agenda saya yg kebetulan berkover MERAH, takut jadi sorotan karena dicurigai sebagai catatan ALIRAN DANA KORUPSI

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (1)