Friday, 16 November 2018

Perdebatan Filosofis Jari-jari

Perdebatan Filosofis Jari-jari

Oleh : Ruslan Ismail Mage*

Jakarta, Swamedium.com – Kalau akhir-akhir ini sebagian publik ada yang mengkritisi atau memperdebatkan bahasa jari-jari (bahasa tubuh atau non-verbal), itu karena memang bahasa non-verbal banyak memiliki kelebihan dibandingkan bahasa verbal (bahasa mulut). Paling tidak ada dua kelebihan dasarnya. Pertama, tubuh seseorang lebih duluan berbicara dibandingkan mulutnya. Bahkan riset psikolog menunjukkan 60% kerakter (kondisi jiwa, keinginan, maksud dan tujuan) seseorang terbaca lewat gerakan tubuhnya sebelum diucapkan.

Kedua, bahasa non-verbal bisa dipahami sejauh mata memandang. Dengan jarak 50 meter mungkin suara agak sulit kedengaran lagi dengan jelas, tetapi bahasa tubuh masih bisa mengirim pesan dengan jelas. Sejarah peradaban manusia pun diawali dengan bahasa non-verbal (bahasa tubuh).

Ketika ditarik masuk ke wilayah politik, bahasa non-verbal ini ternyata jauh lebih dahsyat pengaruhnya dibandingkan bahasa verbal (bahasa mulut). Sebagus apa pun narasinya tanpa didukung bahasa tubuh yang memikat agak susah menarik perhatian orang.

Menuju Pemilu 2019 yang semakin dekat jaraknya, bahasa jari semakin jelas juga nilainya. Mengacungkan telunjuk sebagai simbol angka 1 maka kontruksi pemikiran orang langsung tertuju ke pasangan Capres no. 1 Jokowi-Mar’uf. Sehingga hati-hati memperlihatkan simbol angka 2 lewat jarinya di dekat Paspamres, karena pasti jari tengahnya ditekuk. Managing Director IMF Christine Lagarde sudah merasakan teguran seorang menteri karena di atas forum pertemuan IMF-Wordh Bank di Nusa Dua Bali dalam kesempatan foto bersama mengacungkan dua jari sebagai simbol angka 2 yang bisa ditafsirkan macam-macam publik.

Sementara mengacungkan telunjuk bersamaan jari tengah sebagai simbol angka 2 maka kontruksi pemikiran masyarakat langsung mengarah ke pasangan Capres no. 2 Prabowo-Sandi.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)