Friday, 16 November 2018

Yaqut dan GP Ansor, Mari Saya Ajari Kalian Logika Sehat!

Yaqut dan GP Ansor, Mari Saya Ajari Kalian Logika Sehat!

Oleh: Dr. Miftah el-Banjary*

Jakarta, Swamedium.com – Pak Yaqut, Anda mengatakan bahwa bendera PKI tidak ada tulisan PKI-nya sebagaimana bendera bertuliskan kalimah “Lailahailallah Muhammad Rasulullah” tidak bertuliskan HTI. Anda keliru jika memakai nalar logika serampangan seperti itu.

Saya bukan HTI. Saya berbeda pandangan dalam masalah Khilafah. Tapi sebagai akademis saya sedih mendengar statement Anda seperti itu. Berarti Anda belum paham banyak hal tentang Filsafat Bahasa.

Anda perlu belajar lagi banyak hal agar tidak tampak terlihat ketidakpahaman saudara dalam melihat sebuah persoalan mengenai simbol dan tanda. Saya berbicara ini bukan mebela pihak manapun, saya berbicara demi membela kalimah tauhid.

Ada baiknya saudara belajar dulu ilmu semiotika.

Ferdinand de Sausaure menyatakan bahwa ada hubungan antara “Signified” dan “Signifier” yang akan membentuk “Meaning” yang menghasilkan sebuah pemaknaan baru.

Di bendera PKI memang tidak tertuliskan PKI, tapi ikon “Palu-Arit” itu menjadi interpretasi tunggal sebagai sebuah konsensus tafsir tunggal gerakan komunis.

Lebih lanjut, Pierce ahli semiotika komunikasi membagi tanda menjadi tiga, yaitu: Ikon, Simbol dan Kode. Ikon “Palu-Arit” sudah menjadi sebuah interpretasi tunggal. Dia juga bisa menjadi simbol sebuah ideologi.

Anda harus belajar lagi tentang sejarah.
Palu arit (☭) merupakan bagian dari simbolisme komunis. Penggunaan simbol ini menyiratkan hubungan dengan komunisme, partai komunis, atau negara komunis.

Gambar palu dan arit yang tumpang-tindih bersilang, masing-masing mewakili kaum buruh dan petani, menyimbolkan persatuan kedua kaum tersebut. Simbol ini muncul pada saat meletusnya Revolusi Rusia dan dikenal luas setelah dicantumkan di panji merah Uni Soviet dan Partai Komunis Tiongkok beserta bintang merah.

Nah berbeda dengan kalimah Tauhid. Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya mengenai analisis Bendera Tauhid berdasarkan analisa Pierce, bendera rayaa’ dan liwa’ itu murni panji Rasulullah yang “diklaim” oleh beberapa gerakan Islam di dunia.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (1)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (1)