Friday, 16 November 2018

Kuartal III-2018 PLN Rugi Rp 18 T, Bagaimana Pertamina?

Kuartal III-2018 PLN Rugi Rp 18 T, Bagaimana Pertamina?

PLN bisa bangkrut jika pembangunan mega proyek listrik 35.000 watt tidak direvisi. (nael)

Jakarta, Swamedium.com – PT PLN (Persero) mencatat kerugian sebesar Rp 18,48 triliun untuk kinerja kuartal III tahun ini. Kerugian itu terjadi karena terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan naiknya harga bahan bakar (komoditas).

Kinerja PLN tahun ini berbalik dengan tahun lalu, di mana perseroan bisa mencetak laba bersih Rp 3,05 triliun. Berdasar laporan keuangan yang dipublikasikan di situs Bursa Efek Indonesia, kerugian dipicu kenaikan beban usaha 12%.

Beban terbesar masih berasal dari beban bahan bakar dan pelumas yang naik dari Rp 85,28 triliun menjadi Rp 101,88 triliun. PLN juga menderita pembengkakan kerugian karena selisih kurs. Jika pada kuartal III-2017 rugi dari selisih kurs mencapai Rp 2,23 triliun, maka pada kuartal III-2018 menjadi Rp 17,33 triliun.

Lantas bagaimana dengan nasib PT Pertamina (Persero) yang memikul beban distribusi BBM di kala harga komoditas naik gila-gilaan dan rupiah anjlok?

Sampai saat ini belum ada yang bersuara soal laporan keuangan perusahaan migas pelat merah terbesar di RI ini, tak ada pengumuman untuk kinerja semester I maupun kuartal III. Sudah lama tidak ada kabar.

Berdasarkan informasi yang diterima, keuangan Pertamina saat ini masih seret. Tidak merugi, tapi keuntungan yang dipetik merosot sangat dalam dibanding kinerja tahun lalu. Kabarnya, Pertamina hanya mencetak laba US$ 60 juta atau sekitar Rp 900 miliar hanya untuk kuartal III.

Untuk semester I perusahaan disebut hanya sanggup bukukan laba di bawah Rp 5 triliun. Hal itu sebagaimana pernah diungkap Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno.

Itu artinya, jika diakumulasikan laba perseroan hingga kuartal III diperkirakan hanya kisaran Rp 6 triliun. Angka ini jauh sekali dibanding capaian periode serupa tahun lalu yang mana perseroan bisa membukukan laba hingga Rp 26,8 triliun.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)