Friday, 16 November 2018

Eksploitasi “Tampang Boyolali” adalah Puncak Kepribadian Cengeng

Eksploitasi “Tampang Boyolali” adalah Puncak Kepribadian Cengeng

Asyari Usman. (FB)

Oleh: Asyari Usman*

Jakarta, Swamedium.com — Cengeng adalah sifat atau karakter yang biasanya dijumpai di dalam diri anak-anak balita atau remaja. Bisa juga diidap oleh orang dewasa yang bermental lemah. Mentalitas yang tidak memiliki kemandirian.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan “cengeng” dalam beberapa lingkup arti, termasuk “lemah semangat”, “mudah menangis”, atau “mudah tersinggung”. Inilah antara lain pengertian “cengeng”.

Peristiwa “tampang Boyolali” yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan alasan Prabowo Subianto (PS) melecehkan warga Boyolali, saya pastikan bahwa ini masuk ke dalam kategori makna “cengeng” yang dicantumkan oleh KBBI.

Kenapa bisa saya pastikan? Karena istilah yang diucapkan Pak PS itu adalah candaan metaforik. Seratus persen sarkastik. Bukan penghinaan. Tidak seharusnya pelapor tersinggung. Kenyataannya, audiens yang mendengarkan pidato PS tidak ada yang merasa tersinggung.

Tidak mungkin Pak PS melakukan “bunuh diri politik” dengan cara menghina orang Boyolali. Beliau perlu warga Boyolali di pilpres 2019, dan sangat menghargai mereka.

Soal penghinaan atau bukan, sudah kita bicarakan di tulisan terdahulu. Kali ini kita melihat mentalitas cengeng di kubu lawan Pak PS.

Wajar disebut sebagai “mentalitas cengeng” karena sudah berulangkali mereka tunjukkan “sikit-sikit lapor ke Polisi, sebentar-sebentar mengadu ke Polisi”. Sebut saja pelaporan terkait kebohongan Ratna Sarumpaet. Sebelumnya, Fadli Zon dilaporkan soal lagu “Potong bebek-angsa”. Dan banyak lagi laporan yang terlapornya adalah orang-orang opisisi.

Entah mengapa mereka menjadi sensitif sekali. Cepat sekali tersinggung. Dan ada kesan bahwa pihak lawan sengaja diintip-intip terus, menunggu terjadi kesalahan.

Kalau suasana seperti kita lanjutkan, bakalan banyak resource (sumberdaya) yang hilang, tersia-siakan. Bangsa Indonesia akan terkena dampak berpikir mundur akibat ulah kelompok yang bermentalitas cengeng itu.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)