Wednesday, 21 November 2018

The Beautiful Words

The Beautiful Words

Bekasi, Swamedium.com — Islam itu sudah menjadi sesuatu yang berakar di orang Indonesia walaupun dia bukan orang Islam yang Islami.

Bahkan ada contoh yang sedikit ekstrim ada seseorang yang pulang kemalaman, terus dengan nggak sengaja satu angkot dengan beberapa wts (tersirat dari obrolannya). Salah seorang dari mereka yang kebetulan mendapat penghasilan yang lumayan baginya, berseru, “Alhamdulillah malam ini rezekinya banyak.”

‘Alhamdulillah’ itu dia ucapkan untuk rezekinya yang banyak itu….

Atau cerita seorang teman yang dulu saat minum wine dia baca bismillah dulu .

Tanpa maksud menghina agama, tapi karena kalimat-kalimat baik itu sudah sangat melekat.

Dan itu memang kata-kata untuk kebaikan, seperti bersyukur…atau memulai sesuatu…hanya saja yang mereka ambil jalan yang salah.

Oke kita tidak membahas tentang jalan yang dipilih orang untuk mengisi hidupnya. Kita bicara tentang kata-kata yang baik.

Di dalam mendidik itu butuh kalimat-kalimat yang baik.

Pernah di suatu waktu dulu ada seorang ibu yang bercerita, di tempat kerjanya itu ada orang yang berbusana syar’i tapi dia justru menjadi ‘black campaign’ buat muslimah di tempat kerjanya. Kenapa? Karena dia menjadi orang yang tidak bisa diterima di semua bagian. Sampai akhirnya dia ditempatkan di meja depan teman saya. Semua orang sudah nggak sanggup sama dia. Karena kalimatnya ketus sampai semua orang itu punya stereotype…

“Kog orang berbusana syar’i begitu rapi, ngomongnya lebih kasar dari orang-orang yang bahkan nggak berjilbab?”

Kalau dia marah…pilihan kata-katanya…waw banget…menusuk hingga ke jantung…begitu kira-kira istilahnya.

Pilihan kata ini kan menunjukkan isi hati kita. Jadi lurusnya kata itu menunjukkan lurusnya hati. Lurusnya hati itu menunjukkan lurusnya iman.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)